Chief Economist Citi Indonesia Helmi Arman (Foto: M.Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) tambahan sebesar Rp76 triliun ke perbankan dinilai akan menciptakan ruang likuiditas yang cukup besar bagi industri perbankan.
“Tahun ini terjadi penciptaan likuiditas perbankan yang cukup besar. Dan mungkin paling besar setelah Covid-19, mungkin Rp400 triliun likuiditas kita di akhir tahun ini,” kata Helmi Arman, Chief Economist Citi Indonesia dikutip Rabu, 19 November 2025.
Menurut Helmi, nilai likuidatas tersebut jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Adanya injeksi lanjutan ini diproyeksikan akan terjadi penambahan likuiditas perbankan di tahun depan.
“Dan seharusnya ini dengan penambahan likuiditas ini rasio-rasio likuiditas perbankan itu membaik sehingga mengurangi atau meningkatkan kapasitas untuk penyaluran kredit,” bebernya.
Menyoal kekhawatiran penambahan dana SAL yang terkonsentrasi pada bank himpunan bank milik negara (Himbara), dirinya menilai pergerakan dana tersebut akan menyebar ke seluruh sistem perbankan.
Baca juga : Bos BTN Pastikan Dana SAL Sudah Terserap Lebih dari 93 Persen
“Karena seiring dengan penciptaan kredit baru, ketika kredit yang diberikan dipakai atau dibelanjakan itu seharusnya menyebar. Jadi, tidak hanya terpusat di bank-bank tertentu saja, tapi lebih menyebar ke sistem,” tambahnya.
Diketahui, Pemerintah kembali menambah penempatan dana dari SAL sebesar Rp76 triliun per 10 November 2025.
Dana tersebut dialirkan ke empat bank, yaitu Bank Mandiri Rp25 triliun, BRI Rp25 triliun, BNI Rp25 triliun dan Bank Jakarta Rp1 triliun.
Baca juga : Penempatan Dana SAL di Bank Himbara: Mandiri Mau Minta Lagi, BTN Belum Update
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, penempatan dana SAL mendorong pertumbuhan kredit perbankan.
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan kredit pada September 2025 mencapai 7,2 persen secara tahunan (yoy), naik dari Agustus 2025 yang tercatat 7,0 persen (yoy).
Selain memperkuat likuiditas perbankan, Purbaya juga menyebut dana SAL dapat digunakan untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Melalui skema ini, pelaku KDMP yang meminjam dana hanya akan dikenakan bunga 2 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More