Jakarta – Pandemi covid-19 nampaknya akan memukul pertumbuhan kredit perbankan nasional pada tahun 2020. Bagaimana tidak, ekonomi nasional diprediksi akan lumpuh seiring dengan daya beli yang turun akibat tidak adanya aktifitas ekonomi saat Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean dalam laporan analisa ekonomi yang diterima infobanknews di Jakarta, Rabu 22 April 2020 bahkan menyebutkan, pertumbuhan kredit akan berada pada kisaran 2% pada tahun 2020.
“Pertumbuhan kredit, yang selaras dengan dinamika investasi dan pertumbuhan ekonomi, kami perkirakan akan hanya mencapai plus minus 2%,” kata Adrian.
Dirinya menjelaskan, pertumbuhan kredit yang masih terlihat stabil di bulan Januari hingga Februari akan jatuh cukup dalam di kuartal kedua 2020 sejalan dengan penurunan tajam dalam aktivitas ekonomi dan produksi. Meskipun begitu dirinya memperkirakan kredit akan perlahan pulih di kuartal empat 2020 sejalan dengan mulai bergeraknya aktivitas ekonomi.
Adrian menambahkan, efek ekonomi-finansial yang muncul akibat pembatasan sosial datang dari tiga sumber yakni jutan sisi penawaran (supply-side shock), turunnya permintaan agregat (demand-side shock), dan perubahan mendasar dari psikologi para pelaku ekonomi (behavioral shift).
Sebagai informasi saja, Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) sebelumnya juga telah mengindikasikan pertumbuhan kredit RI sepanjang tahun 2020 akan sangat tertekan. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2020 hanya sebesar 5,5% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1% dan prakiraan pada survei periode sebelumnya sebesar 9,4%. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More