Headline

Eko Rachmansyah Gindo Mundur dari Dirut Bukopin, Ini Alasannya

Jakarta – Teka-teki mundurnya Eko Rachmansyah Gindo sebagai Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) terjawab sudah.

Kepada Infobank, Eko menyampaikan, dirinya mundur karena alasan masa jabatan yang akan habis.

“Enggak ada apa-apa kok. Kan bulan depan Bukopin RUPS tanggal 18 Juni 2020, dan bertepatan dengan habisnya masa jabatan saya,” kata Eko kepada Infobank, Rabu, 20 Mei 2020.

Eko sendiri mengungkapkan, hal yang dilakukannya tersebut sudah sesuai dengan AD/ART di Bukopin. Sehingga jika diri tidak ingin dicalonkan kembali sebagai Direktur utama di Bukopin, harus mengundurkan diri satu bulan sebelum RUPS.

“Saya sudah sampaikan ke Dewan Komisaris dan Pemegang Saham Pengendali (PSP) bahwa saya tidak ingin dicalonkan kembali sebagai Direksi. Ya konsekuensi-nya saya harus mundur 1 bulan sebelum RUPS dan ini sesuai dengan AD/ART Bank Bukopin kok. Biar sesuai GCG dan AD/ART aja,” tutupnya.

Seperti diketahui, mundurnya Eko sendiri memang mengejutkan, karena dilakukan secara tiba-tiba. Padahal bank dengan aset sekitar Rp100 triliun ini sebentar lagi akan menggelar aksi korporasi besar, yakni Penawaran Umum Terbatas (PUT) V alias rights issue.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Eko Gindo menyampaikan surat pengunduran diri pada Senin (18/5/2020) lalu.

Bukopin sendiri pada bulan depan akan mengelar rights issue dengan melepas 4,66 miliar saham baru. Kookmin Bank asal Korea yang saat ini menggenggam kepemilikan terbesar kedua telah menyatakan siap menyerap rights issue tersebut.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera memproses rencana Kookmin Bank untuk menjadi pemegang saham pengendali Bukopin. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

2 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

3 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

3 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

3 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

3 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

6 hours ago