Headline

Efek Kudeta Turki Minim ke IHSG

Jakarta–Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan, pascalibur hari raya Idul Fitri telah mengalami kenaikan 2,79% dari level 4.971,58 poin ke posisi 5.110,18 poin.

Kapitalisasi Pasar BEI di periode 11 hingga 15 Juli 2016 pun telah mengalami peningkatan menjadi Rp5.489,69 triliun dari Rp5.340,98 triliun di akhir pekan sebelumnya.

Penguatan tersebut terjadi seiring derasnya sentimen positif yang datang dari luar maupun dalam negeri yang terjadi pada pekan kemarin, salah satunya dengan berlakunya kebijakan tax amnesty. Tak ayal kondisi ini membuat arus dana asing banyak yang masuk ke pasar modal Indonesia.

Berdasar data yang dihimpun Infobank, Senin, 18 Juli 2016, Investor asing di sepanjang perdagangan pekan kemarin mencatatkan beli bersih di pasar modal Indonesia dengan nilai Rp5,67 triliun. Sehingga secara akumulatif tahun ini, aliran dana investor asing di pasar saham telah tercatat beli bersih dengan nilai Rp19,68 triliun.

Namun bagaimana dengan pekan ini? Seperti diketahui akhir pekan kemarin terjadi kabar menghebohkan di luar negeri, yakni adanya aksi kudeta di Turki. Meski aksi itu gagal, dihawatirkan akan berdampak ke negara-negara lain, termasuk pasar modal dalam negeri.

Mengutip riset Samuel Sekkuritas Indonesia, pasar komoditas seperti, harga emas dan minyak relatif tidak banyak berubah, namun indeks Dolar AS menguat menyusul aksi investor mengamankan aset seiring aksi kudeta Turki yang gagal. Beberapa bursa di regional Asia dan Australia dibuka relatif mixed pagi ini.

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun tipis 2,26 poin (0,04%) ke level 5.107,916 pada perdagangan Senin, 18 Juli 2016.

Kendati dibuka turun, perlahan IHSG balik arah menjadi positif. Berdasarkan pantauan siang ini, posisi IHSG mulai naik hingga 15,652 poin ke level 5.125,745 pada puku 11:36.

Maraknya aksi beli saham jadi salah satu pendorongnya. Artinya jika hari ini antusias investor dalam berburu saham masih tinggi, bukan tidak mungkin IHSG terus terbang ke level baru.

“IHSG diperkirakan berpotensi untuk sideways hari ini. Efek dari aksi kudeta Turki yang gagal terhadap IHSG diperkirakan minim,” kata tim riset Samuel Sekuritas Indonesia.

Seperti diketahui rata-rata frekuensi harian IHSG pada pekan kemrin tercatat meningkat signifikan 37,42% menjadi 346,11 ribu kali transaksi jika dibandingkan pada pekan sebelumnya yang berada di level 251,87 ribu kali transaksi.

Nilai transaksi harian BEI juga sedikit mengalami perubahan 3,08% menjadi Rp8,42 triliun dari Rp8,69 triliun di akhir pekan lalu dan rata-rata volume transaksi harian mengalami perubahan 7,42%. (*) Dwitya Putra

 

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

2 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

10 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

11 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

12 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

13 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

13 hours ago