Poin Penting
Jakarta – PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama PT Bank Saqu Indonesia (Bank Saqu) secara resmi mengumumkan kerja sama strategis melalui penyaluran pinjaman (loan channeling).
Kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret kedua pihak dalam memperluas akses pembiayaan bagi segmen masyarakat unbanked dan underbanked di Indonesia.
Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, mengungkapkan kecanggihan sistem credit scoring berbasis artificial intelligence (AI), keamanan, kemudahan pengajuan pinjaman, transparansi, serta pemenuhan kewajiban compliance menjadi keunggulan Easycash dalam kerja sama ini.
Baca juga: Easycash Salurkan Rp77 Triliun untuk Dukung Akses Pendanaan Masyarakat Underbanked
Ia menambahkan, Easycash telah berkontribusi signifikan terhadap inklusi keuangan nasional dengan total penyaluran pinjaman lebih dari Rp81,97 triliun kepada lebih dari 8 juta penerima dana hingga September 2025.
“Bersama Bank Saqu, kami bersama-sama menjamin transparansi penuh, perlindungan data pengguna, dan pemenuhan kewajiban compliance tertinggi,” ujar Nucky dalam keterangan resmi dikutip, Rabu, 19 November 2025.
“Ini adalah kolaborasi bertanggung jawab yang memudahkan akses pembiayaan dengan aman, mudah dan cepat,” sambung Nucky.
Senada dengannya, Chief Digital Business Officer Bank Saqu, Angela Lew Dermawan, menyampaikan bahwa kerja sama ini berperan penting dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
Menurutnya, dengan menggabungkan keunggulan teknologi fintech dan ekosistem perbankan digital Bank Saqu, pihaknya berkomitmen menyediakan akses layanan keuangan yang lebih merata, aman, dan bertanggung jawab.
“Sinergi ini tidak hanya berfokus pada penyaluran dana, tetapi juga pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan bagi solopreneur, UMKM, serta masyarakat underbanked untuk bertumbuh dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Angela dalam kesempatan yang sama.
Baca juga: Easycash Dukung OJK Perluas Inklusi Keuangan dalam Berantas Pinjol Ilegal
Adapun, kerja sama ini juga menjadi jawaban atas kesenjangan finansial yang masih lebar dan sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 40 Tahun 2024, yang mendorong kolaborasi lembaga keuangan termasuk model loan channeling antara penyelenggara fintech dan bank.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 92,74 persen, sementara tingkat literasi keuangan baru 66,64 persen.
Kondisi itu menunjukkan masih banyak solopreneur, UMKM, dan kelompok underbanked yang belum mendapatkan akses pembiayaan memadai untuk mendukung aktivitas produktif mereka.
Baca juga: Per Juli 2025, Pindar Easycash Salurkan Pembiayaan Rp77,2 Triliun
Untuk itu, melalui kolaborasi tersebut, Easycash dan Bank Saqu berkomitmen memperkuat inklusi keuangan nasional dengan menyediakan akses pembiayaan yang lebih cepat, aman, dan transparan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More