Keuangan

Easycash dan Bank Saqu Resmi Kolaborasi Tingkatkan Akses Kredit Channeling

Poin Penting

  • Easycash dan Bank Saqu resmi bekerja sama dalam skema loan channeling untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat unbanked dan underbanked.
  • Easycash mengandalkan AI berbasis credit scoring, keamanan data, dan kepatuhan tinggi, dengan total penyaluran pinjaman mencapai Rp81,97 triliun hingga September 2025.
  • Kolaborasi ini mendukung inklusi keuangan nasional, termasuk pembangunan ekosistem berkelanjutan bagi solopreneur dan UMKM, serta sejalan dengan regulasi OJK terkait sinergi fintech–bank.

Jakarta – PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama PT Bank Saqu Indonesia (Bank Saqu) secara resmi mengumumkan kerja sama strategis melalui penyaluran pinjaman (loan channeling). 

Kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret kedua pihak dalam memperluas akses pembiayaan bagi segmen masyarakat unbanked dan underbanked di Indonesia.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, mengungkapkan kecanggihan sistem credit scoring berbasis artificial intelligence (AI), keamanan, kemudahan pengajuan pinjaman, transparansi, serta pemenuhan kewajiban compliance menjadi keunggulan Easycash dalam kerja sama ini.

Baca juga: Easycash Salurkan Rp77 Triliun untuk Dukung Akses Pendanaan Masyarakat Underbanked

Ia menambahkan, Easycash telah berkontribusi signifikan terhadap inklusi keuangan nasional dengan total penyaluran pinjaman lebih dari Rp81,97 triliun kepada lebih dari 8 juta penerima dana hingga September 2025.

“Bersama Bank Saqu, kami bersama-sama menjamin transparansi penuh, perlindungan data pengguna, dan pemenuhan kewajiban compliance tertinggi,” ujar Nucky dalam keterangan resmi dikutip, Rabu, 19 November 2025.

“Ini adalah kolaborasi bertanggung jawab yang memudahkan akses pembiayaan dengan aman, mudah dan cepat,” sambung Nucky.

Dorong Inklusi Keuangan melalui Sinergi Fintech–Bank

Senada dengannya, Chief Digital Business Officer Bank Saqu, Angela Lew Dermawan, menyampaikan bahwa kerja sama ini berperan penting dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Menurutnya, dengan menggabungkan keunggulan teknologi fintech dan ekosistem perbankan digital Bank Saqu, pihaknya berkomitmen menyediakan akses layanan keuangan yang lebih merata, aman, dan bertanggung jawab.

“Sinergi ini tidak hanya berfokus pada penyaluran dana, tetapi juga pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan bagi solopreneur, UMKM, serta masyarakat underbanked untuk bertumbuh dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Angela dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Easycash Dukung OJK Perluas Inklusi Keuangan dalam Berantas Pinjol Ilegal

Adapun, kerja sama ini juga menjadi jawaban atas kesenjangan finansial yang masih lebar dan sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 40 Tahun 2024, yang mendorong kolaborasi lembaga keuangan termasuk model loan channeling antara penyelenggara fintech dan bank.

Perkuat Inklusi Keuangan Nasional

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 92,74 persen, sementara tingkat literasi keuangan baru 66,64 persen.

Kondisi itu menunjukkan masih banyak solopreneur, UMKM, dan kelompok underbanked yang belum mendapatkan akses pembiayaan memadai untuk mendukung aktivitas produktif mereka.

Baca juga: Per Juli 2025, Pindar Easycash Salurkan Pembiayaan Rp77,2 Triliun

Untuk itu, melalui kolaborasi tersebut, Easycash dan Bank Saqu berkomitmen memperkuat inklusi keuangan nasional dengan menyediakan akses pembiayaan yang lebih cepat, aman, dan transparan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

11 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

12 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

18 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

18 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

19 hours ago