Ilustrasi - Reksa dana. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Eastspring Investments Indonesia (Eastspring Indonesia) gandeng PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) meluncurkan produk Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Income Global Mixed Asset USD (Reksa Dana ESIGMA) sebagai alternatif produk bagi nasabah Maybank Indonesia.
Reksa Dana ESIGMA sebagai solusi strategis bagi investor yang mencari portofolio dengan kelas Efek campuran global sesuai prinsip syariah.
Di tengah kondisi pasar yang menunjukkan optimisme serta potensi penurunan suku bunga global maupun domestik, Reksa Dana campuran dengan eksposur pada Efek luar negeri menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik.
Baca juga: PT IIM Ungkap Outlook Ekonomi 2026 dan Strategi Investasi Reksa Dana
Reksa Dana ESIGMA dikelola secara aktif dengan diversifikasi aset dan berbasis Dolar Amerika Serikat untuk menjawab kebutuhan instrumen syariah global.
Presiden Direktur Eastspring Indonesia, Sulystari menjelaskan, produk ini bisa menjadi diversifikasi yang baik, dengan mempertimbangkan strategic asset allocation pada kelas aset global yaitu saham dan pendapatan tetap.
“Reksa Dana ini juga memiliki fitur pembagian hasil investasi atau dividen yang dibagikan setiap bulan dalam bentuk uang tunai,” ucap Sulystari dalam keterangan resmi dikutip, 3 Februari 2026.
Sementara Head of Wealth Management and Segmentation Maybank Indonesia, Aliang Sumitro menambahkan, Reksa Dana ESIGMA ini memberikan akses terhadap peluang investasi global.
“Reksa dana ini memang dirancang untuk menjaga konsistensi kinerja dalam kondisi pasar yang berfluktuasi,” ujar Aliang dalam kesempatan yang sama.
Reksa Dana ESIGMA mengalokasikan sekitar 60 persen portofolio pada saham global untuk menangkap peluang pertumbuhan global sesuai kondisi pasar
Baca juga: Avrist Gandeng Bank Muamalat Luncurkan Reksa Dana Syariah
Sementara, sisanya dapat dialokasikan pada efek pendapatan tetap seperti sukuk lokal untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas imbal hasil.
Produk ini juga menawarkan pembagian hasil bulanan dalam mata uang USD, dengan target indikatif dividen sekitar kurang lebih 5,0 persen per tahun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More