Jakarta – Eastspring Investments Indonesia bekerja sama dengan Bank DBS Indonesia meluncurkan reksa dana baru yaitu Reksa Dana Indeks Eastspring IDX ESG Leaders Plus. Peluncuran Reksa Dana ini mendorong praktik Environmental, Social & Corporate Governance (ESG) sekaligus memberikan kesempatan bagi nasabah untuk berinvestasi dalam penerapan investasi berkelanjutan di Indonesia.
Reksa Dana ini merupakan reksa dana Indeks yang menempatkan 80%-100% investasinya pada instrumen saham dan maksimal 20% ditempatkan di instrumen pasar uang/deposito. Untuk mengomptimalkan imbal hasil, Reksa Dana ini memiliki fleksibilitas untuk melakukan investasi di luar negeri (offshore sharia) sampai dengan maksimal 15% di sektor yang mendukung keberlanjutan atau memiliki terapan ESG yang tinggi.
“Produk ini melengkapi rangkaian produk finansial komprehensif yang tangguh dan menangkap tren pasar terkini, secara khusus untuk Investasi berkelanjutan. Ini adalah bagian dari komitmen Bank DBS Indonesia sebagai mitra manajemen kekayaan terpercaya. Untuk kemudahan berinvestasi, Reksa Dana Eastspring IDX ESG Leaders Plus ini tersedia melalui aplikasi digibank by DBS,” jelas Rudy Tandjung, Director of Consumer Banking Group DBS Indonesia pada keterangannya, 12 Januari 2022.
Hingga saat ini, Bank DBS Indonesia telah memasarkan 4 (empat) jenis produk reksa dana kelolaan Eastspring Indonesia yaitu Eastspring Investments Yield Discovery, Eastspring Investments Alpha
Navigator, Eastspring Investments Value Discovery dan Eastspring Investments IDR High Grade.
Lebih jauh, Alan J. Tangkas Darmawan, Presiden Direktur PT Eastspring Investments Indonesia berharap produk investasi ini dapat diterima dengan baik sehingga menambah kesempatan bagi investor untuk mendiversifikasikan portofolionya. Pihaknya berkomitmen terus melakukan
pengembangan investasi berkelanjutan dan peningkatan praktik ESG di Pasar Modal Indonesia dan melakukan inovasi-inovasi produk. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More