“Kata kuncinya adalah differentiation strategy. Semakin berbeda strategi dan pendukungnya semakin baik dan semakin efisien sebuah e-commerce untuk berkembang dan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ucap Husin Wijaya di Jakarta, Senin, 20 Maret 2017.
Dalam acara ini juga turut menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Neil Hilmam, Direktur Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK) Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Vice President Marketing BukaLapak.com Bayu Syerli Rachmat, Head Brand & Marketing Alfacart.com Yusi Obon, Head Communication & Partnership Mataharimall.com Alvin Aulia, Chief of Business and Economy iDea Ignatius Untung.
Diharapkan dengan terselenggaranya diskusi publik ini dapat menunjang e-commerce nasional dengan terus berinovasi menciptakan produk fintench yang berkualitas dan memiliki daya saing. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen,… Read More