Internasional

Duta Besar RI di Suriah Imbau WNI Tetap Berlindung

Jakarta – Duta Besar Republik Indonesia untuk Suriah Wajid Fauzi mengimbau kepada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut agar tetap berlindung dan tidak keluar ruangan.

“Saya meminta seluruh warga masyarakat Indonesia untuk tetap di rumah, tetap di ruangan, tidak keluar dari ruangan dulu. Saya khawatir ada peluru nyasar,” katanya, dinukil VOA Indonesia, Selasa, 10 Desember 2024.

Diketahui, pada Minggu (8/12), terjadi pemberontakan di Suriah, di mana tahta Presiden Bashar al-Assad berhasil digulingkan. Ini mengakhiri kekuasaan al-Assad yang berkuasa selama lebih dari dua dekade.

Pada Senin (9/12), situasi di Damaskus, ibu kota Suriah pun sudah berangsur tenang dibandingkan dengan situasi dalam dua hari terakhir.

Baca juga : Akhir Rezim Bashar al-Assad di Suriah Usai Berkuasa Lebih dari Dua Dekade

“Meskipun jam malam mulai pukul 4 sore hingga 5 pagi masih berlaku, denyut kehidupan warga mulai terasa sejak Senin sore. Mobil mulai memadati jalan-jalan, sebagian toko mulai dibuka dan kehidupan masyarakat berangsur pulih,” bebernya,

Wajid berbicara kepada VOA Senin malam dari Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus. Ia menginap di KBRI malam itu, setelah sebelumnya tetap di kediaman resmi duta besar, Wisma Indonesia.

Kantor KBRI merupakan satu dari tiga tempat berlindung bagi WNI di Suriah yang disiapkan Kemlu Indonesia. Dua shelter lainnya terdapat di Aleppo dan Latakia.

Berdasarkan data pihaknya,  saat ini ada 28 WNI yang berlindung di Aleppo, dan tiga di Latakia. Mereka hanya sebagian kecil dari lebih 1.100 WNI di Suriah, yang umumnya adalah pekerja migran di rumah tangga-rumah tangga di sana. 

Baca juga : Korsel dan Suriah Memanas, RI Bisa Ambil Peluang Tarik Investor

“Lainnya, tetap di rumah majikan,” cetus Wajid.

Sejauh ini, kata dia, sudah lebih 100 orang mendaftar untuk dievakuasi. KBRI Suriah bekerja sama dengan KBRI Lebanon untuk mendapatkan visa bagi WNI yang akan dievakuasi. 

Begitu visa didapat, besok atau lusa, sekitar 30 WNI dan bertahap sejumlah itu, akan dievakuasi ke Beirut dengan jalan darat, selanjutnya diterbangkan ke Tanah Air.

Adapun, semua kegiatan di KBRI ditangguhkan sampai waktu yang belum ditetapkan karena perhatian difokuskan pada perlindungan WNI. 

Wajid meminta warga Indonesia mendoakan keselamatan WNI di Suriah, dan mengumumkan hotline KBRI yang bisa dihubungi WNI di Suriah: +963 954 444 810; +963 983 493 426, dan +963 983 480 264. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

IHSG Kembali Merah, Ditutup Turun 0,26 Persen ke Level 6.971

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More

25 mins ago

Trump Sesumbar Hancurkan Iran dalam Semalam: Mungkin Selasa Malam

Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More

34 mins ago

Wacana Potong Gaji Menteri, Purbaya: Mungkin 25 Persen

Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More

47 mins ago

Ditopang Manufaktur, Laba BELL Naik 9 Persen jadi Rp12,57 Miliar di 2025

Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More

50 mins ago

Bank Aladin Syariah Cetak Rapor Biru di 2025, Laba Melonjak 304 Persen jadi Rp150,71 Miliar

Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More

1 hour ago

Harga Plastik Naik, Anggota DPR Desak Pemerintah Lindungi UMKM

Poin Penting: Anggota DPR mendesak pemerintah segera intervensi pasar menyusul harga plastik naik yang membebani… Read More

1 hour ago