Jakarta – PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) atau AREA31 sebagai perusahaan penyedia layanan datacenter dan teleport facility di Indonesia, pada hari ini (1/4) telah melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IPO yang digelar pada 21-27 Maret 2024 yang lalu mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 17,5 kali dari total saham, dengan menargetkan dana segar yang akan diraih mencapai Rp66,81 miliar.
Selain itu, AREA telah melepas maksimal 20,08 persen sahamnya ke publik atau sebanyak 510 juta saham baru dengan harga Rp131 per lembar saham dan menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Baca juga: BEI Umumkan Penyesuaian Evaluasi Indeks IDX80, LQ45, dan IDX30
Direktur Utama AREA, Michael Alifen, mengatakan bahwa, tujuan utama dari Perseroan tercatat di BEI adalah untuk mencapai transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas dalam setiap kegiatan operasionalnya yang dapat dilihat jelas oleh publik.
“Di samping itu, dengan membuka akses ke pasar modal kami juga berharap agar perusahaan akan mendapatkan lebih banyak fleksibilitas untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi, sesuai dengan salah satu misi kami untuk menjadi salah satu pemimpin di dunia data center dengan yang jd terdepan, inovatif, dan pertumbuhan yang signifikan kepada seluruh pemegang saham,” ucap Michael dalam sambutannya di Jakarta, 1 April 2024.
Baca juga: BEI Rilis Spesifikasi Single Stock Futures, Begini Rincian Ketentuannya
Adapun, dana dari IPO setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sekitar 64,17 persen untuk belanja modal dan sebanyak 35,83 persen sebagai modal kerja. Di mana, sejumlah kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan saat ini adalah jasa penyewaan Rack Colocation, Secured Cage, Data Hall, Teleport Facility dan Office Space.
Sebagai informasi, AREA per September 2023 lalu berhasil meraih pendapatan Rp30,93 miliar atau naik 47,94 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan laba periode berjalan tercatat sebesar Rp1,85 miliar. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More