Presiden Jokowi
Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan bahwa di tahun 2050 dunia akan mengalami kelaparan berat. Hal ini disebabkan karena krisis pangan akibat kekeringan dari perubahan iklim yang sangat drastis.
“Urusan pangan, hati-hati masalah ini. WHO mengatakan bahwa jika didiamkan seperti sekarang ini, nggak ada pergerakan apa-apa, 2050 dunia akan mengalami kelaparan berat. akan mengalami kelaparan,” ujar Jokowi dalam Rakornas Pengendali Inflasi 2024, Jumat, 14 Juni 2024.
Sehingga, Presiden menginstruksikan untuk melakukan langkah antisipasi mulai sekarang. Pasalnya, diperkirakan akan ada 50 juta petani akan kekurangan air.
Baca juga: Bos BI Pamer Inflasi Indonesia Terendah di Dunia
“Artinya apa? jangan main-main urusan kekeringan, jangan main-main urusan gelombang panas. Begitu stok tidak ada, produksi berkurang artinya harga pasti akan naik. Otomatis juga inflasi pasti akan naik lagi. Rentetan ini yang harus diantisipasi, direncanakan dan korbannya sekali lagi rakyat,” tegasnya.
Presiden pun selama 3 bulan ini telah memberi arahan kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk bekerja sama dengan TNI segera membangun pompa air di daerah yang produksi utamanya beras.
Baca juga: Ekonom: Ada Ancaman Kelaparan Ditengah Pelemahan Ekonomi
“Untuk secepatnya memasang, membangun pompa-pompa, mungkin 20 ribuan pompa akan kita pasang di daerah-daerah yang memiliki produksi utamanya beras. Pompa dari sungai naikkan ke atas untuk mengairi sawah baik itu sungai besar, sedang, kecil jangan biarkan air masuk ke laut,” jelasnya.
“Beberapa sudah dikirim ke kodam-kodam dan masuk pompa 1.600, terutama di daerah-daerah produksi. Nanti saya cek di lapangan sehingga betul-betul saat kering karena El-Nino, bulan Juli sudah mulai, masuk Agustus, September kita siap sehingga produksi tidak turun. Itu goalnya,” lanjut Jokowi. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More