Ekonomi dan Bisnis

Dukung UMKM, Askrindo Jamin KUR Pengrajin Keris di Yogyakarta

Jakarta – PT Askrindo terus mendukung sektor UMKM untuk terus berkembang. Salah satu upayanya yakni melalui program Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Askrindo Kredit Usaha Rakyat (KUR), PT Askrindo mendukung UMKM salah satunya para pengrajin keris di Desa Banyusurup, Yogyakarta ini, untuk terus memajukan usaha lewat pelestarian budaya jawa. Askrindo membantu UMKM pengrajin keris dalam mendapatkan kemudahan fasilitas kredit dari perbankan.

Sekretaris Perusahaan PT Askrindo Denny S Adji menjelaskan, peran Askrindo selain membantu akses permodalan UMKM, juga mendampingi UMKM untuk tumbuh dalam memperbesar kapasitas produksi UMKM tersebut. Dorongan ini merupakan bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 2020 sejak awal pandemi.

“Para pengrajin keris ini harus terus di perhatikan dan di lestarikan karena keris ini merupakan warisan budaya di Indonesia yang sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu. Lewat pendampingan UMKM, kami coba mendorong UMKM didaerah untuk dapat memanfaatkan masa pemulihan ekonomi ini untuk pengembangan usahanya,” ujar Denny seperti dikutip 10 Oktober 2022.

Desa Banyusumurup, Girirejo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta sejak dahulu memang sudah terkenal sebagai Kampung Keris. Desa Banyusumurup yang dikenal sebagai tempat tinggal para pengrajin keris juga merupakan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Majapahit. Para pengrajin keris di Desa Banyusumurup telah menggeluti kerajinan keris sejak tiga abad silam. Hingga kini, keris-keris dari Desa ini sudah dipercaya dan terkenal hingga mancanegara.

Salah satunya Marjono, lelaki asli Desa Banyusumurup ini sudah menjadi pengrajin keris sejak tahun 1994. Keterampilan dan kepiawan dirinya membuat keris diperoleh dari leluhur dan orang tuanya, selain itu dirinya pun belajar mengembangkan keris-keris hasil tangannya dari tetangga tetangganya sesama pengrajin keris.

Berawal dari ingin melestarikan budaya serta melanjutkan leluhur yang merupakan pengrajin keris, sejak lulus SMA pada tahun 1994 dirinya langsung terjun menjadi pengrajin keris. Dorongan jiwa entrepreneur’nya membuat Marjono serius mengembangkan untuk menjadi bisnis yang menguntungkan.

Dalam melanjutkan usahanya, Marjono menemui beberapa kendala salah satunya permodalan. Awalnya Marjono menggunakan dana pribadi sebagai modal memulai usaha kerajinan kerisnya namun tingginya demand atas keris, Marjono menggunakan fasilitas kredit pinjaman perbankan.

“Dari tahun 1994 hingga 2013-an saya masih menggunakan modal seadanya guna terus mengembangkan usaha keris ini, tapi ditahun 2014an untuk meningkatkan dan lebih membesarkan usaha keris ini saya masuk ke program Kredit Usaha Rakyat dari salah satu Bank milik Negara,” katanya.

Marjono bercerita, di awal mula dirinya mengajukan KUR di tahun 2014 dirinya ‘hanya’ mendapatkan tambahan modal usaha sebesar Rp10 juta dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya hingga di tahun 2022 ini dirinya mendapatkan permodalan dari KUR sebesar Rp50 juta.

Kepiawaian dirinya menjadi pengrajin keris sudah terkenal hingga dirinya berhasil mengekspor keris-keris miliknya hingga ke Malaysia dan Thailand. Akan tetapi sejak corona masuk ke Indonesia, penghasilan dirinya pun turun drastis hingga tidak lagi mengekspor keris miliknya.

“Sebelum adanya pandemi saya rutin tiap bulannya mengekspor keris, selain itu juga orderan dari hampir seluruh Indonesia juga saya mendapatkan orderan seperti halnya untuk souvenir, baju adat pernikahan hingga pesanan dari pecinta dan kolektor keris,” jelasnya.

Harga keris yang dijual oleh Marjono sangat bervariasi mulai dari kelas untuk souvenir diharga Rp50.000 hingga Rp100.000, untuk upacara adat manten diharga Rp150.000 hingga Rp500.000 sedangkan untuk pesanan khusus atau ageman diharga Rp5;juta hingga Rp50 juta bahkan bisa lebih sesuai dengan permintaan keris itu sendiri.

“Harga bervariasi tergantung tingkat kesulitan dan bahan yang dipakai, contohnya keris yang harganya puluhan juta ini, ini ada ornamen yang dibuat dari emas 24 karat dan salur yang ada di kerisnya juga dikerjakan dengan tangan manual dan bisa selesai hingga satu bahkan tiga bulan,” jelasnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ironi di Balik Kursi Terdakwa Kasus Sritex, Ketika Integritas Bankir Diadili Secara “Serampangan”

Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More

2 hours ago

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

3 hours ago

Pasar Modal Diminta Berbenah, Airlangga Beberkan Instruksi Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More

7 hours ago

OJK Siapkan Langkah Sistemik Dorong Kredit UMKM

Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More

7 hours ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

7 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

8 hours ago