Properti

Dukung Sektor Perumahan, SMF Bangun 84 Rumah dan Renovasi Kawasan Kumuh

Poin Penting

  • Hingga 2025, SMF telah membangun dan merenovasi 84 unit rumah layak huni di 33 kota sejak 2018.
  • Program menyasar desil 1 dan 2, yakni kelompok berpendapatan rendah yang belum mampu mengakses kredit perumahan.
  • Sektor perumahan memiliki multiplier effect 1,86 kali; setiap investasi Rp1 triliun berpotensi mendorong PDB hingga Rp1,9 triliun.

Solo – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menegaskan komitmennya mendukung sektor perumahan nasional melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR). 

Direktur Utama PT SMF (Persero) Ananta Wiyogo mengatakan, hingga 2025, perseroan telah membangun dan merenovasi total 84 unit rumah layak huni di berbagai daerah.

“Total rumah yang telah dibangun SMF pada program CSR dalam pengembangan rumah kumuh adalah sebanyak 84 unit,” kata Ananta, dalam acara bertajuk Peran Kementerian Keuangan dalam Peningkatam Kualitas Permukiman dan Pemberdayaan Masyarakat di Surakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menjelaskan, program pengembangan kawasan kumuh di 33 kota telah dimulai sejak 2018, dengan total penyaluran dana sekitar Rp747 juta.

Baca juga: Obligasi SMF Underlying Repo BI, Benarkah Jadi “Jalan Baru” Atasi Likuiditas Perbankan?

Di Kota Solo, program ini telah dilaksanakan dalam dua tahap. Pada 2022, SMF membangun 47 unit rumah. Lalu pada 2025, melalui program bersama TJSL SMV Kementerian Keuangan, dilakukan pembangunan dan renovasi tambahan di kawasan Sangkrah.

Dalam program tersebut, SMF bertindak sebagai koordinator peningkatan kualitas rumah di kawasan kumuh. 

“Program ini menghasilkan pembangunan dan renovasi 56 unit rumah layak huni, di mana 56 kepala keluarga dengan total nilai kurang lebih Rp5 miliar,” jelasnya. 

Dari jumlah tersebut, SMF berkontribusi pada pembangunan sekitar 37 unit rumah. Secara keseluruhan, SMF telah membangun 84 unit rumah melalui program CSR pengembangan kawasan kumuh.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ia menambahkan, sektor perumahan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan kajian DTS Indonesia, sektor perumahan memiliki multiplier effect sebesar 1,86 kali yang mampu memicu aktivitas di berbagai sektor lain. 

“Setiap investasi Rp1 triliun akan mendapatkan PDB sebesar Rp1,9 triliun,” bebernya.

Baca juga: Resmi Masuk Pasar Repo, Transaksi Berbasis Obligasi SMF Tembus Rp299 Miliar dalam 10 Hari

Program ini, kata dia, menyasar khusus masyarakat yang berada pada pada desil 1 dan desil 2, yakni kelompok berpenghasilan rendah dengan penghasilan tidak tetap serta tidak memiliki kemampuan mengangsur kredit perumahan. 

Karena itu, program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh dinilai menjadi salah satu solusi untuk menekan backlog kelayakan hunian. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

IHSG Dibuka Loyo usai Libur Lebaran, Masih Bertahan di Kisaran 7.000

Poin Penting Pada pembukaan 25 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun 0,63 persen ke… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah setelah Libur Lebaran, Masih Dipicu Konflik AS-Iran

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.916 per dolar AS pada Rabu (25/3), turun… Read More

2 hours ago

IHSG Berpotensi Rebound usai Libur Panjang Lebaran 2026

Poin Penting IHSG secara historis cenderung menguat (technical rebound) setelah libur panjang, didorong kembalinya aliran… Read More

2 hours ago

Cek Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Maret 2026: Galeri24 dan UBS Turun, Antam Tetap

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun pada Rabu (25/3), masing-masing menjadi… Read More

2 hours ago

ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More

20 hours ago

Pendapatan Paradise Indonesia Tumbuh 32,9 Persen di 2025, Ini Penopangnya

Jakarta - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia mencatatkan kinerja positif dengan… Read More

24 hours ago