Ilustrasi: Gerbang Tol Pejagan/istimewa
Jakarta – Investor dana pensiun asal Belanda, APG Asset Management N.V (APG), bersama dengan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) mengumumkan investasi pada ruas Tol Trans Jawa Kanci- Pejagan dan Pejagan-Pemalang, pada Kamis (10/1).
Ruas-ruas tersebut merupakan aset awal untuk platform ini, yang menargetkan peluang investasi hingga USD2,75 miliar di berbagai jaringan jalan tol di Indonesia.
Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah mengatakan, kerja sama investasi antara APG dan ADIA sebagai pemegang saham bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dalam mendukung dan memajukan proyek-proyek strategis nasional.
“Diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan dan mendorong Indonesia menuju masa depan yang penuh dengan konektivitas dan sejahtera,” ujar Ridha Wirakusumah, Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah, dikutip Kamis (10/1).
Baca juga: Cegah Banjir Rob, Pemerintah Bakal Bangun Giant Sea Wall Senilai Rp164 Triliun
Sebagaimana diketahui, ruas tol Kanci – Pejagan dan Pejagan-Pemalang berperan penting dalam meningkatkan konektivitas regional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ruas-ruas ini terbukti mempersingkat waktu tempuh antara pusat-pusat kota besar dan meningkatkan akses ke pusat-pusat industri dan pelabuhan utama, menghasilkan multiplier effect bagi pembangunan ekonomi domestik dan penciptaan lapangan kerja.
Kedua ruas ini juga telah mengalami lonjakan pertumbuhan lalu lintas, dengan peningkatan jumlah kendaraan harian dari 13.202 di tahun 2016 menjadi 22.206 di tahun 2021.
Hal ini menunjukkan peningkatan lebih dari 1,5 kali lipat, menegaskan peran ruas- ruas tersebut dalam kemajuan infrastruktur Indonesia.
“Kemajuan infrastruktur Indonesia mendapatkan dorongan besar hari ini. Platform ini menggabungkan keahlian kelas dunia dan rekam jejak yang kuat dari para mitra kami dalam investasi jalan tol global ke dalam lanskap infrastruktur Indonesia,” imbuhnya.
Head of Infrastructure & Natural Resources di APG Asset Management Asia-Pacific Hans-Martin Aerts mengatakan, infrastruktur tetap menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan memberikan imbal hasil yang stabil, dan risiko yang terukur untuk kepentingan nasabah dana pensiun APG dan para pesertanya.
Melalui investasi ini, kata dia, bertujuan membantu masyarakat dalam memaksimalkan nilai ekonomi dengan menyediakan konektivitas antara daerah pedesaan dan perkotaan yang sedang berkembang melalui infrastruktur yang berkualitas.
“Kami menantikan kerja sama dengan para mitra kami untuk mendukung peningkatan infrastruktur di Indonesia, seiring dengan perjalanan ekonomi Indonesia yang terus mengalami transformasi,” jelasnya.
Executive Director of the Infrastructure Department ADIA Khadem Alremeithi mengatakan, sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, Indonesia sedang mengembangkan infrastrukturnya untuk mendukung peningkatan industrialisasi dan rantai pasokan yang lebih efisien.
Baca juga: Ditanya Ganjar Soal Apakah Tolak IKN, Ini Jawaban Anies
“Jalan Tol Trans Jawa adalah bagian penting dari rencana ini. Kami senang dapat mendukung pengembangannya melalui platform ini dengan INA dan APG, yang akan terus mencari peluang tambahan untuk berinvestasi di jalan tol Indonesia,” tambahnya.
Menurutnya, platform jalan tol ini memperkenalkan keahlian berskala global yang penting untuk proyek Jalan Tol Trans Jawa. Hal ini sejalan dengan tujuan strategis INA untuk mendiversifikasi risiko dan mengoptimalkan alokasi modal.
Selain itu, mendorong pengembangan proyek-proyek infrastruktur yang berkualitas tinggi serta berkelanjutan yang akan memperkuat lanskap infrastruktur jangka panjang Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More