Direksi BTN; Tunggu Perpres. (Foto: Budi Urtadi)
Dalam memaksimalkan pembiayaan perumahan yang terkait dengan Program Sejuta Rumah, BTN akan mengandalkan skema SSB. Paulus Yoga
Jakarta–PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) masih menunggu keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) terkait pemberian kredit pemilikan rumah atau KPR dengan menggunakan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB).
Skema SSB sendiri akan diandalkan perseroan untuk mendukung Program Sejuta Rumah dari sisi KPR subsidi, menyusul habusnya dana dari Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) pada Juli lalu.
“Saya dapat kabar dari Kementerian PU & PR dan Kementerian Keuangan, sekarang (pembahasan) di tingkat eselon I (satu) sudah selesai. Jadi dalam waktu tidak terlalu lama akan di-Perpres-kan,” ujar Direktur BTN Mansyur S. Nasution di Gedung BTN, Jakarta, Senin, 7 September 2015.
Untuk saat ini, ada dana lewat Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Peprumahan (BLU-PPP) pusat yang dapat digunakan untuk belanja SSB selama enam bulan ke depan sekitar Rp1 triliun. Kendati demikian, pencairan dana ini harus melalui perubahan peraturan pemerintah (PP) atau peraturan presiden (Perpres).
“Budget (FLPP) kan sudah habis, kalau Perpres itu ada kita berlakukan SSB. Dana untuk kredit dari BTN, tapi bunganya disubsidi dari pemerintah,” tukas Mansyur.
Ia menambahkan, Perpres tersebut dapat dikeluarkan secepatnya sehingga program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Pemerintah pun dapat semakin cepat terealisasi.
“Lebih cepat lebih bagus. Ini kan kebutuhan masyarakat dan kita mendukung penuh kebijakan pemerintah,” tandasnya. (*)
Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More
Poin Penting Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026… Read More
Poin Penting BNI memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik ke berbagai kota di Pulau Jawa dan… Read More
Mandiri menghadirkan Program Mudik Bersama Gratis melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan strategis, termasuk BP BUMN… Read More
Selain itu, IFG juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti perlindungan asuransi, layanan pemeriksaan kesehatan, serta… Read More
Taspen memberangkatkan sebanyak 1.400 pemudik menggunakan 35 bus menuju berbagai daerah tujuan, program mudik gratis… Read More