Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Ekonomi). Airlangga Hartarto bersama Ketua KADIN Indonesia
Poin Penting
Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyatakan dukungannya terhadap program swasembada pangan pemerintah melalui pembukaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua KADIN Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, KADIN akan membuka 1.000 dapur MBG yang memenuhi standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung distribusi program tersebut.
“Bahwa di dalam MBG, dari total sekitar 30.000 dapur SPPG, kita ikut (buka) 1.000 dapur Pak,” kata Anindya di acara Road to Jakarta Food Security Summit 6, Selasa, 13 Januari 2026.
Baca juga: Realisasi Anggaran MBG 2025 Rp51,5 Triliun, 72,5 Persen dari Pagu APBN
Pembukaan dapur MBG tersebut sepenuhnya dibiayai oleh KADIN tanpa melibatkan pihak luar. Anindya menyebut, langkah ini diambil karena program MBG mendapat jaminan penuh dari pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
“Dan jaminannya hanya satu Pak” Ini dibilang aman. Karena Pak Presiden juga yakin, Pak Menko juga yakin. Dan alhamdulillah teman-teman semua ikut mendukung,” lanjut Anindya.
Ke depan, Anindya berharap program MBG dapat menjadi pengungkit hilirisasi nasional. Menurutnya, hilirisasi tidak hanya difokuskan pada sektor pertambangan, tetapi juga sektor pangan.
Langkah KADIN tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menegaskan, pemerintah menjamin pendanaan dapur MBG melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“(APBG) jaminannya itu APBN. Tahun ini, kami menyiapkan untuk MBG Rp335 triliun. Jadi aman. Dan bisnis model SPBG ini luar biasa. Karena dibayar di awal, baru memproduksi. Sehingga sebetulnya cashflow-nya bagus,” jelasnya.
Baca juga: 19 Ribu Lebih Dapur MBG Ditargetkan Beroperasi Mulai 8 Januari, Jangkau 55 Juta Penerima
Ia menambahkan, rata-rata stimulus MBG per kuartal mencapai sekitar Rp80 triliun, meningkat dibandingkan sekitar Rp37 triliun pada 2025. Program ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 3 juta tenaga kerja dan memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jadi kalau program ini meluncur di grassroot Rp80 triliun tentu mempunyai efek terhadap pertumbuhan ekonomi. Dan ini untuk MBG ini diperkirakan akan mempekerjakan 3 juta orang. Dan kalau rule of thumb, 1 persen pertumbuhan ekonomi itu 400 ribu orang,” ujarnya.
“Jadi kalau 8 juta ya itu tentu bisa berkontribusi 7 persen. Nah kalau 7 persen, ya katakanlah separuhnya 3 persen. Ini akan mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target yang diharapkan pemerintah,” tukasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More