Poin Penting
Surakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mendukung ambisi pemerintah mewujudkan program 3 juta rumah. Hal itu sejalan dengan mandat SMF sebagai alat fiskal pemerintah dalam mempercepat upaya menekan angka backlog perumahan.
Dukungan SMF dilakukan lewat dua skema atau produk, yakni penyaluran porsi 25 persen pendanaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumaha (FLPP) dan KPR Mikro Perumahan atau Griya Tunas.
Terhitung sejak 2018 sampai September 2025, perseroan sudah menyalurkan porsi 25 pendanaan KPR FLPP sebesar Rp29,92 triliun. Angka itu mengalir untuk 797.120 unit rumah.
Baca juga: Bantu Atasi Kawasan Kumuh, SMF Bangun 37 Unit Rumah Layak Huni di Surakarta
Penyaluran pembiayaan ditopang hasil leveraging sebesar 1,6 kali dari penyertaan modal negara (PMN) yang diterima SMF atau setara Rp11,22 triliun, dan penerbitan surat utang senilai Rp17,94 triliun.
SMF juga memperkuat kehadirannya sebagai special mission vehicle pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Tidak hanya melalui porsi pendanaan KPR FLPP, perseroan juga mengembangkan produk pembiayaan mikro perumahan. Produk yang dinamakan Griya Tunas ini membidik segmen masyarakat berpenghasilan tidak tetap atau pekerja sektor informal.
Skema ini membantu masyarakat melakukan renovasi atau perbaikan hunian agar lebih layak huni atau bahkan dijadikan sebagai tempat usaha, sekaligus membuka akses ke pembiayaan yang aman dan terjangkau.
Produk Griya Tunas menawarkan pinjaman dengan plafon hingga Rp50 juta dan tenor 5 tahun. Dijalankan sejak 2021, realisasi penyaluran program ini tercatat mencapai Rp984,6 miliar, dengan jumlah unit terfasilitasi sebanyak 522.783 rumah.
Sepanjang tahun ini, SMF bersama lembaga keuangan sudah menyalurkan pembiayaan Griya Tunas senilai Rp39 miliar, dengan jumlah rumah yang difasilitasi sebanyak 36.545 unit. Pemerintah sendiri memberikan target sebanyak 50 ribu unit rumah untuk pembiayaan ini.
Baca juga: SMF Inisiasi Skema Pembiayaan RTO, Anak Muda Tanpa Slip Gaji Bisa Punya Hunian
“Pada segmen ini, kami menyasar pengusaha ultra mikro, terutama yang menjalankan usaha dari rumah. Melalui Griya Tunas, mereka dapat meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus mendukung produktivitas usahanya dengan pembiayaan yang lebih aman, cepat, dan tidak membebani,” jelas Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, dalam konferensi pers yang digelar di Surakarta, Jum’at, 14 November 2025, malam.
Dari sisi kinerja, hingga kuartal III 2025, SMF membukukan laba bersih sebesar RP432 miliar, atau naik 3 persen year on year (yoy) ketimbang periode sama tahun sebelumnya. Total asetnya pun mengembang 6,7 persen, atau menjadi Rp53,66 triliun. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More