News Update

Dukung Program 3 Juta Rumah, Bank Jateng Perkuat KPR FLPP

Poin Penting

  • Bank Jateng mendukung Program 3 Juta Rumah dengan memperkuat penyaluran KPR Sejahtera FLPP 2026 melalui kerja sama dengan DPD REI Jawa Tengah.
  • Skema KPR FLPP menawarkan bunga tetap 5% hingga 20 tahun, uang muka mulai 1%, subsidi uang muka Rp4 juta, serta bebas PPN untuk meringankan beban MBR.
  • Dengan backlog perumahan di Jawa Tengah sekitar 1 juta unit, Bank Jateng optimistis penyaluran FLPP makin masif lewat sinergi pengembang dan digitalisasi proses kredit.

Jakarta – Bank Jateng menegaskan dukungannya terhadap program strategis nasional 3 juta rumah dengan memperkuat penyaluran KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun anggaran 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan dengan DPD REI Jawa Tengah. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mendukung program perumahan nasional sekaligus menekan angka backlog perumahan di Jawa Tengah.

Dalam skema tersebut, Bank Jateng berperan sebagai mitra pembiayaan utama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng, Eko Tri Prasetyo, mengungkapkan, perseroan terus melakukan transformasi untuk mempermudah akses masyarakat terhadap pembiayaan hunian.

Baca juga: Bidik 100 Digital Store pada 2027, BTN Resmikan Gerai Baru di Central Park

“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan yang lebih cepat dan mudah melalui integrasi layanan digital serta jaringan kantor yang luas. Sinergi dengan REI ini adalah kunci untuk memastikan penyaluran KPR FLPP tepat sasaran, sehingga masyarakat Jawa Tengah tidak hanya mendapatkan rumah yang terjangkau, tetapi juga proses yang transparan dan efisien,” ujar Eko, dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 14 Februari 2026.

Skema Ringankan Beban MBR

Ia menjelaskan, melalui skema KPR Sejahtera FLPP, debitur memperoleh suku bunga tetap sebesar 5% hingga tenor berakhir atau maksimal 20 tahun. Selain itu, uang muka ditetapkan mulai 1%, dilengkapi Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp 4 juta, serta fasilitas bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Skema tersebut dinilai mampu meningkatkan keterjangkauan hunian bagi MBR, sekaligus memberikan kepastian finansial jangka panjang.

Baca juga: KB Bank Danai Proyek Internet Rakyat 5G FWA 1.4GHz Surge

Di sisi lain, Jawa Tengah masih menghadapi tantangan backlog perumahan sekitar 1 juta unit. Meski demikian, manajemen optimistis penyaluran KPR FLPP pada 2026 dapat berjalan lebih masif, seiring penguatan sinergi dengan pengembang serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pengajuan hingga akad kredit.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jateng menegaskan komitmennya menjadi motor penggerak ekonomi regional. Melalui pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, perseroan berharap dapat memperluas kepemilikan rumah layak bagi masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Confluent Buka Peluang Baru bagi Mitra di Pasar Data Streaming Global

Poin Penting Confluent meluncurkan program reseller “Sell with Confluent” untuk menangkap peluang pasar data streaming… Read More

9 hours ago

Berbagi Berkah Ramadan Bersama Asuransi Jasindo

Kegiatan ini sebagai wujud komitmen Asuransi Jasindo mendukung agenda pembangunan sekaligus sejalan dengan visi Asta… Read More

12 hours ago

Proyek Dermaga Semen Rp1,4 Triliun hampir Rampung, Wapres Gibran Lakukan Peninjauan

Poin Penting Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau proyek dermaga ekspor semen milik PT Semen Indonesia… Read More

18 hours ago

CIMB Niaga Syariah Perluas Cabang Digital, Perkuat Strategi Hybrid Banking

Poin Penting CIMB Niaga Syariah meresmikan Syariah Digital Branch di Bogor untuk memperkuat strategi hybrid… Read More

19 hours ago

Bank BPD Bali Kucurkan Rp55,16 Miliar untuk Kredit Program Perumaham

Poin Penting Penyaluran KPP Rp55,16 miliar hingga awal Maret 2026 atau 23,57 persen dari target… Read More

19 hours ago

Kelola 141 Ton Emas, Pegadaian Beberkan Strategi Pengembangan Bisnis Bullion

Poin Penting Pegadaian kelola emas fisik 141 ton dari deposito, modal kerja, bulion trading, dan… Read More

22 hours ago