BI apresiasi daerah pengendali inflasi terbaik. (Foto: Ria Martati)
Jakarta–Bank Indonesia (BI) mengapresiasi 13 klaster terbaik yang dinilai sukses dalam mengembangkan klaster yang mendukung program pengendalian inflasi.
Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo memberikan penghargaan dalam acara Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi BI. Kesuksesan tersebut dinilai berdasarkan beberapa kriteria, seperti modal sosial yang kuat, kelembagaan, kepemimpinan dan visi, kemitraan dan networking, pemberdayaan ekonomi daerah/masyarakat, akses pasar, infrastruktur yang mendukung, inovasi, kompetensi dan keahlian, ramah lingkungan, dan dukungan stakeholder.
“Apresiasi kinerja program pengendalian inflasi BI bertujuan untuk mendorong, menginspirasi dan mempercepat replikasi program pengembangan komoditas penyumbang inflasi,” kata Agus di Jakarta, Senin, 25 April 2016.
BI menggunakan pendekatan klaster dengan menerapkan sistem yang komprehensif dari hulu ke hilir dengan mengelompokkan kegiatan yang saling berhubungan, baik industri pendukung, jasa penunjang, infrastruktur ekonomi, penelitian, pelatihan, dan hal terkait lainnya.
Selain itu, dengan kegiatan ini diharapkan juga dapat meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai pentingnya koordinasi dalam pengendalian inflasi baik di daerah maupun secara nasional.
Apresiasi kinerja program pengendalian inflasi tersebut diberikan kepada klaster baik binaan BI maupun pemerintah daerah, dalam beberapa kategori yakni kategori subsektor tanaman pangan, kategori subsektor holtikutura, kategori sub sektor peternakan/ perikanan dan kategori inovatif dan kategori potensial. Pemenang utama adalah Klaster Padi Organik binaan Pemda Kabupaten Ngawi, mitra binaan KPw BI Kediri. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan Coretax Form untuk memudahkan pelaporan SPT Tahunan PPh… Read More
Poin Penting Pemerintah menarik utang baru Rp127,3 triliun per Januari 2026 (15,3 persen target APBN),… Read More
Oleh Mikail Mo, Direktur Research dari The Asian Institute for Law, Economic and Capital Market… Read More
Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More
Poin Penting IHSG dibuka naik 0,52 persen ke 8.323,99 saat pembukaan, didominasi 282 saham menguat.… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp22.000 menjadi Rp3.085.000 per gram pada 25… Read More