Operator Starlink
Jakarta – Starlink, penyedia layanan internet satelit milik SpaceX, resmi menunjuk PT Primacom Interbuana (Primacom) sebagai authorized reseller. Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas penetrasi Starlink di Indonesia.
Melalui kemitraan ini pula, akses internet diharapkan bisa mencapai daerah-daerah terpencil dan sulit terjangkau infrastruktur kabel fiber optik.
Kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan menjadi tantangan bagi penyediaan akses internet berbasis kabel fiber optik. Maka itu, teknologi satelit bisa menjadi solusi.
Layanan internet satelit Starlink dinilai bisa menjadi alternatif ideal untuk mendukung pemerataan koneksi internet. Antena Starlink yang ringkas mudah dibawa dan dipasang di berbagai daerah, termasuk kawasan ekstrem dan sulit dijangkau, seperti kawasan tambang, perkebunan, tengah laut, dan sebagainya.
Baca juga : Bakal Kedatangan Starlink, Begini Tanggapan Moratelindo
Dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama tersebut, Primacom menjadi mitra strategis bagi Starlink karena memiliki rekam jejak dan pengalaman teruji selama lebih dari 3 dekade memberikan layanan komunikasi satelit VSAT bagi lintas sektor industri.
Direktur Utama Primacom Kiki Harjadi mengatakan, Starlink menggunakan teknologi satelit terbaru berbasis low earth orbit (LEO) yang dapat melengkapi layanan komunikasi satelit yang sudah Primacom miliki.
“Teknologi komunikasi satelit terbaru dari Starlink merupakan inovasi dalam industri telekomunikasi. Kerja sama Primacom dan Starlink menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat di seluruh penjuru Indonesia mendapatkan koneksi internet yang berkualitas, termasuk pelaku bisnis agar dapat beroperasi lebih optimal di kawasan mana pun,” papar Kiki dalam keterangan resmi, Rabu, 13 Agustus 2024.
Kiki menambahkan, layanan Starlink dengan kemampuan menjangkau seluruh penjuru negeri bisa mendukung program pemerataan konektivitas dan percepatan transformasi digital yang tengah digencarkan pemerintah.
Baca juga : Karpet Merah Starlink Elon Musk, di Mana Titik Rawan Ketahanan Nasional?
“Masyarakat yang tinggal di pedesaan maupun daerah terpencil lainnya juga berhak atas akses internet yang andal guna menunjang berbagai aktivitas bisnis, memungkinkan mereka terhubung dengan berbagai peluang baru, tanpa dibatasi oleh kondisi geografis,” timpalnya.
Direktur Marketing Primacom Domy K. Santoso menambahkan, dengan pengalaman puluhan tahun bergerak di bidang teknologi komunikasi satelit VSAT, Primacom sangat antusias dan optimistis bekerja sama dengan Starlink untuk memperluas konektivitas dalam negeri.
“Primacom memiliki engineers yang tersertifikasi dan berpengalaman menangani komunikasi satelit sehingga mampu memberikan dukungan maksimal demi menciptakan pengalaman dan kepuasan pelanggan yang lebih baik,” tambah Domy.
Layanan internet satelit Starlink juga dapat dilengkapi dengan berbagai solusi lainnya dari Primacom, mulai dari smart sensor, smart surveillance, IoT, infrastruktur fiber optic, SD-WAN, cloud, data center, dan solusi digital lainnya.
Layanan Starlink dari Primacom diperkenalkan sebagai layanan PrimaStar (Starlink for Business), terdiri atas tipe Standard Actuated dan Flat High Performance yang dapat menghadirkan internet dengan kecepatan bandwidth mencapai 220 Mbps per terminal. (*) Ari Astriawan
Editot : Galih Pratama
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More