Jakarta – Performance marketing menjadi tren yang berkembang pesat di dunia, terutama karena bisnis bisa mengukur hasil marketing secara nyata dan transparan sehingga mengurangi risiko kerugian.
Salah satunya dengan mengikuti SEOCon Jakarta 2023. Pasalnya, SEOCon menjadi wadah bagi para ahli SEO dan pebisnis untuk berdiskusi dan menambah wawasan seputar SEO (Search Engine Optimization).
Apalagi, topik-topik yang dipilih untuk pembahasan SEOCon 2023 sangat relevan dengan tren yang bergulir di seluruh dunia.
Misalnya saja penggunaan virtual dan augmented reality (VR & AR), Artificial Intelligence (AI), influencer hingga melonjaknya popularitas video berdurasi pendek.
“Lanskap digital marketing senantiasa berubah seiring dengan pergeseran gaya hidup konsumen sehingga penting bagi semua pemain bisnis mengikuti tren terbaru agar menciptakan strategi terbaik,” kata CEO ToffeDev dan Toffee Events Ryan Kristo Muljono, dibJakarta, Kamis, 4 Mei 2023.
Termasuk kata dia, tren penggunaan AI yang cukup kontroversial. Di satu sisi, banyak pihak yang akan terbaru karena AI dapat mempermudah automasi proses bisnis dengan pengolahan dan pembuatan data secara cepat.
Acara SEOCon 2023 rencananya digelar pada 24-25 Mei 2023 di The Kasablanka Hall. Berbagai topik yang dibahas mencakup performa strategi marketing dan upaya memaksimalkan pemasaran bisnis.
“Para praktisi industri dan pembicara ahli akan membagikan insight mereka terkait tren digital marketing yang patut dicermati di Indonesia maupun di seluruh dunia,“ pungkasnya. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More