News Update

Dukung Pariwisata Siapkan 100.000 Homestay –

[Best_Wordpress_Gallery id=”125″ gal_title=”Dukung Pariwisata Siapkan 100.000 Homestay”]

(Kiri-kanan) Menteri Pariwisata Arief Yahya, Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Taufik Widjojono dan Direktur Utama Bank BTN Maryono berjabat tangan usai menandatangani perjanjian kerjasama disela acara rapat koordinasi nasional kepariwisataan bertema “Sinergi Pusat Dan Daerah Menuju 12 Juta Wisman Dan 260 Juta Wisnus Tahun 2016” di Jakarta, Kamis 28 April 2016. Bank BTN memberikan dukungan pembiayaan pembangunan 100.000 homestay di destinasi pariwisata terpilih di Indonesia. Bank BTN juga mendukung pembiayaan bagi pembangunan 50.000 sarana toilet publik yang bertujuan mengembangkan pariwisata di indonesia.(Budi Urtadi)

Apriyani

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

15 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

15 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

15 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

15 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

19 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

22 hours ago