“Dalam mesin ini juga ada aplikasi mini ATM, khusus untuk BNI karena di BNI ada menu bansos dan kartu petani dimana pemilik kartu bisa cek berapa dia punya kredit atau cek produksi taninya dan sebagainya,” jelas Irni
Untuk produksi awalnya, Irni mengaku telah memproduksi sekitar 40.000 mesin EDC C680 dengan nilai investasi yang di keluarkan untuk satu mesin EDC terbarunya di harga Rp2 juta. “Kita baru launch dua bulan lalu dan yang baru keluar saat ini 40.000 mesin EDC C680,” tambah Irni.
Irni menyebut hingga saat ini baru pihak Bank BNI dan Bank BRI yang menggunakan mesin terbarunya ini, dan hingga akhir tahun imi diperkirakan beberapa bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lain akan bergabung. “Mengikuti Bank Himbara lain pada akhir tahun ini,” tukasnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting PT Bank Maspion Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman USD285 juta dari KASIKORNBANK Public… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106,83 pada perdagangan Selasa (17/3), menjelang… Read More
Poin Penting Survei Amar Bank terhadap 1.600 responden menunjukkan 87 persen masyarakat mengalami kenaikan pengeluaran… Read More
Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More
Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More
Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More