PHE ONWJ memasang dan menjelaskan cara kerja panel surya, yang dimanfaatkan untuk menenagai seluruh proses produksi UMKM binaan PHE ONWJ di Pasir Putih.
Jakarta – PT Pertamina (Persero), melalui Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), berkomitmen mendorong kemandirian energi bagi masyarakat pesisir melalui penggunaan energi surya.
“Kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung dari teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ R. Ery Ridwan, dikutip Rabu, 18 Desember 2024.
Ery menambahkan, energi surya tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga meningkatkan produktivitas serta pendapatan UMKM. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan energi terbarukan.
Baca juga: PLN Pastikan Diskon Tarif Listrik 50 Persen Berlaku Januari-Februari 2025, Ini Syaratnya
Sebagai bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB), PHE ONWJ memasang 12 modul panel surya di rumah produksi dan pengemasan milik UMKM Gapoktan Pantai Barokah, yang berada di Dusun Pasir Putih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.
Panel surya berkapasitas 6,6 kWp (kilowatt peak) ini menggunakan sistem off-grid, sehingga energi yang dihasilkan dapat disimpan langsung di baterai lithium berkapasitas 5 kWp tanpa terhubung ke jaringan listrik umum.
Panel tersebut menyerap energi matahari di siang hari, yang kemudian diubah menjadi listrik untuk dua kebutuhan.
Pertama, mengisi baterai untuk cadangan energi, dan kedua, langsung digunakan sebagai sumber energi rumah produksi.
Ketika baterai penuh, proses pengisian daya otomatis berhenti. Cadangan daya dari baterai digunakan pada saat sinar matahari tidak diperoleh, misalnya pada malam hari atau saat cuaca mendung.
Baca juga : Jurus PHE ONWJ Optimalkan Produk UMKM Berdaya Jual Tinggi
Sebelum program ini terealisasi, rumah produksi dan kemasan UMKM Gapoktan mengeluarkan biaya listrik bulanan sebesar Rp300.000 hingga Rp400.000.
Setelah pemasangan panel surya, biaya tersebut diharapkan dapat dihilangkan sepenuhnya, sehingga anggaran dapat dialihkan untuk kebutuhan produktif lainnya.
Ketua UMKM Gapoktan Pantai Barokah, Iin Inani mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini.
“Dengan adanya panel surya, kami tidak hanya dapat menghemat biaya operasional, tetapi juga menjadi lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha,” ujarnya.
Baca juga : Lewat Program Ini, PHE ONWJ Berdayakan Masyarakat dan Rehabilitasi Kawasan Pesisir
Panel surya ini mendukung operasional tujuh alat produksi dan pengemasan yang digunakan oleh 25 anggota UMKM Gapoktan Pantai Barokah. Program ini juga memberdayakan istri-istri nelayan untuk lebih mandiri secara ekonomi tanpa kekhawatiran terhadap biaya listrik.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program pemberdayaan Jam Pesisir (Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Pesisir) yang diinisiasi oleh PHE ONWJ. Dengan Langkah ini, Pertamina menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung kemandirian energi masyarakat sekaligus mewujudkan keberlanjutan lingkungan.
“Energi terbarukan seperti panel surya memberikan solusi bagi masyarakat pesisir untuk mendiri secara energi, mengurangi biaya operasional, dan menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Ery Ridwan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More