Perbankan

Dukung Kemajuan Pendidikan, BSI Scholarship 2024 Sentuh 2.300 Penerima Manfaat

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Melalui program BSI Scholarship 2024, sebanyak 2.300 mahasiswa di 96 kampus di seluruh Indonesia telah menerima manfaat dari program ini. Program tersebut menarik minat luar biasa dengan total pendaftar mencapai 23.000 mahasiswa.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa sebagai bank syariah, perseroan tidak hanya berfokus pada kontribusi finansial dan spiritual, tetapi juga berupaya memberikan manfaat sosial secara berkelanjutan.

“BSI Scholarship adalah bagian dari implementasi fungsi sosial perseroan sebagai bank syariah. Harapannya, kami dapat terus berkontribusi dalam pembangunan capacity building, mencerdaskan penerus bangsa dan mencetak SDM unggul yang berkarakter, amanah dan bisa menjadi teladan serta mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya, dikutip Sabtu, 30 November 2024.

Baca juga : Begini Upaya BNI Majukan Dunia Pendidikan Indonesia

Beasiswa untuk Masa Depan

Sepanjang 2024, BSI bersama BSI Maslahat telah menyalurkan beasiswa kepada sekitar 4.500 pelajar dan mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 2.200 beasiswa diberikan kepada pelajar dan 2.300 untuk mahasiswa.

Mayoritas program berfokus pada keberlanjutan pendidikan, sebagai bagian dari upaya untuk memperluas akses pendidikan.

“Melalui program ini, kami berharap para awardee tidak hanya terbantu secara finansial tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Baca juga : BSI Hadirkan Literasi Digital di Sejumlah Mal Jabodetabek

Hery menjelaskan, BSI Scholarship merupakan salah satu program yang diinisiasi oleh BSI bekerja sama dengan BSI Maslahat dalam mendayagunakan dana zakat. 

Dengan total dana sebesar Rp37,5 miliar untuk BSI Scholarship 2024, program ini menunjukkan komitmen BSI dalam memberdayakan generasi muda Indonesia melalui dana zakat. 

Selain pendidikan, BSI juga menjalankan fungsi sosial lainnya, seperti penyaluran zakat untuk masyarakat yang membutuhkan. 

Dukungan pada Pendidikan Nasional

Hingga September 2024, BSI telah memberikan fasilitas pembiayaan pada sektor Jasa Pendidikan (baik tinggi, dasar dan menengah) sebesar Rp4,9 triliun, dan secara pertumbuhan year-on-year (yoy) meningkat 13,4 persen untuk mendukung kemajuan pembangunan SDM di Indonesia.

“Ini adalah bukti nyata bahwa BSI tidak hanya menjalankan bisnis sesuai syariah, tetapi juga berkontribusi secara optimal untuk masyarakat melalui berbagai program sosial,” imbuh Hery.

Untuk memfasilitasi dan memudahkan nasabah serta masyarakat dalam menyalurkan bantuan sosial seperti zakat dan infaq, BSI terus mengembangkan ekosistem Islam yang lebih inklusif dan modern.

Inovasi Digital untuk Masyarakat

Salah satu langkah terbarunya adalah melalui digitalisasi layanan. Terbaru, BSI baru saja meluncurkan superapp BYOND by BSI, pada 9 November lalu. 

Superapp ini dirancang untuk memudahkan nasabah dan penggunanya dalam memenuhi kebutuhan transaksi finansial, sosial dan spiritual.

“Melalui inovasi seperti superapp BYOND by BSI, kami menghadirkan solusi yang mengintegrasikan kebutuhan finansial, sosial, dan spiritual dalam satu aplikasi. Dengan begitu, nasabah dapat lebih mudah menjalankan berbagai aktivitas, termasuk menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah maupun donasi pendidikan lewat BYOND,” tegas Hery.

Baca juga: BSI Dukung Kemajuan Pendidikan melalui BSI Scholarship

Hery menegaskan, BSI secara konsisten terus membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat, melalui sinergi antara program pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan penyaluran zakat. 

“BSI berharap dapat terus memberikan manfaat sosial yang luas bagi masyarakat. Hal ini kemudian mendorong kami untuk secara konsisten terus membangun ekosistem ekonomi syariah. Salah satunya melalui kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai stakeholders dan penguatan ekosistem Islam melalui digitalisasi,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

10 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

10 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

13 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

16 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

21 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

22 hours ago