Surabaya–Program pemerintah terkait percepatan pembangunan infrastruktur harus didukung oleh berbagai elemen. Peningkatan efisiensi biaya logistic menjadi salah satu solusi mengatasi ketimpangan infrastruktur yang ada saat ini.
Menteri Keuangan, Bambang Brojonegoro menyebutkan, infrastruktur sangat dibutuhkan untuk pengembangan industri. Pelabuhan-pelabuhan, lanjutnya, juga perlu dikembangkan untuk kelancaran arus perdangan di Indonesia.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III, Djarwo Surjanto menyatakan sependapat dengan apa yang disampaikan Menteri Keuangan. Ketimpangan infrastruktur di Indonesia menyebabkan biaya logistik menjadi tidak efisien yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Semangat pemerintah untuk memeratakan infrastruktur harus didukung oleh semua pihak agar dapat berjalan dengan baik.
Djarwo menyebut, jika Pelindo III dalam 5 tahun ke depan akan fokus pada penambahan dan pengembangan pelabuhan untuk mendukung pemerintah dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.
“Fokus utama kami saat ini membangun kawasan industri yang terintegrasi langsung dengan pelabuhan yang kami sebut Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) seluas ±3000 hektar. Disitu akan ada pabrik-pabrik yang berproduksi, dapat mendatangkan bahan baku yangdapat langsung masuk ke pelabuhan di depannya dan dapat langsung pula mengekspor hasil produksi mereka melalui pelabuhan itu juga,” sebutnya.
Konsep JIIPE disebut-sebut dapat mengefisienkan biaya logistik yang tentunya akan berdampak pada menurunnya biaya pengangkutan karena jarak yang harus ditempuh dari tempat produksi ke pelabuhan yang saat ini terpisah cukup jauh.
“Para pengusaha dapat menyisihkan biaya yang selama ini timbul akibat biaya angkut. Jika itu terjadi maka selisih biaya tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan hasil produksi sehingga jumlah ekspor bisa meningkat dan cadangan devisa juga meningkat pertumbuhan ekonomi nasional juga pasti akan meningkat,” katanya.
Selain JIIPE, Pelindo III juga akan mengembangkan sejumlah pelabuhan lainnya seperti Pelabuhan Banjarmasin, Terminal Peti Kemas Semarang, Pelabuhan Banyuwangi, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Tenau Kupang, Pelabuhan Tegal, Pelabuhan Lembar dan sejumlah pelabuhan lainnya.(*) Ria Martati
Kampanye ini merupakan bagian dari inisiatif Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation dalam mendorong masyarakat… Read More
Poin Penting SBN Ritel masih layak dibeli tahun ini karena bersifat stabil, berisiko rendah, dan… Read More
Poin Penting Retirement Goal Calculator dari Bank DBS Indonesia membantu menghitung kebutuhan dana pensiun secara… Read More
Poin Penting Bisnis bancassurance Bank DBS Indonesia tumbuh double digit sepanjang 2025, sejalan dengan pertumbuhan… Read More
Poin Penting Rupiah melemah ke Rp16.955 per dolar AS, namun pemerintah menegaskan pelemahan ini tidak… Read More
Poin Penting Madu Pelawan Bangka tembus pasar internasional berkat keunikan rasa pahit, warna gelap, dan… Read More