Keuangan

Dukung Industri Syariah, BPJS Kesehatan Akan Garap Produk Syariah

Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengaku sedang mempelajari dan mendalami penerapan produk jaminan syariah guna terus mendorong industri keuangan syariah dan mendukung program pemerintah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dalam acara Public Expose Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program Tahun 2017 di Jakarta, Rabu (16/05). Fachmi menjelaskan, pihaknya bersama seluruh pelaku industri keuangan telah membicarakan hal tersebut dalam forum rapat Ijtima di Pontianak.

“Kemarin saya hadir di rapat ijtima ulama di Pontianak dan pembicaraan itu sudah clear dan BPJS kesehatan sudah siap menyelenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip syariah,” jelas Fachmi di Kantor Pusat BPJS Kesehatan Jakarta, Rabu 16 Mei 2018.

Fachmi menyebut, bahwa untuk menjalankan prinsip syariah tersebut, sebuah instansi tidak harus menjadi badan syariah. Namun dirinya juga mengaku akan terus mendukung dan meningkatkan industri syariah nasional.

Baca juga: BPJS Kesehatan Laksanakan Pembayaran Klaim Rp84 Triliun

“Kita sudah bertemu berkali-kali dengan MUI dan tinggal jalankan aja. Pada prinsip kita memenuhi prinsip-prinsip syariah. Dan produk nanti sambil berjalan ada regualsi yang sesuai perundangan yang harus kita sesuaikan,” jelas Fachmi.

Sebagai informasi, BPJS Kesehatan mencatatkan jumlah peserta Program Jaminan Kesehatan NasionaI-Kartu Indonesia (JKN-KIS) sampai dengan 11 Mei 2018 sebesar 197,4 juta jiwa.

Dirinya juga menyebut, hingga saat ini tercatat BPJS Kesehatan memfasilitasi pesertanya dengan 12.606 kantor cabang dan 59.937 unit ATM bank mitra BPJS Kesehatan (Mandiri, BRl, BNI, dan BTN) yang siap melayani pembayaran iuran peserta JKN-KIS.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

7 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

7 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

10 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

11 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

12 hours ago