News Update

Dukung FLPP, SMF Siapkan Rp6,37 Triliun dari PMN

Jakarta – Dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021, pemerintah mengalokasi dana sebesar Rp2,25 triliun sebagai penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. Perseroan akan me-leverage dana tersebut hingga Rp6,37 triliun dan dialokasikan untuk membiayai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) program FLPP.

“Kita mendapat Rp2,25 triliun. Kita harus membiayai 157.500 unit rumah. Itu diperkirakan butuh kurang lebih
Rp25 triliun. Dari jumlah itu 75% dari Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Pemerintah (PPDPP). Sisanya kami akan raise di capital market dengan issue bond hingga menjadi Rp6,37 triliun. Suku bunga di tingkat debitur MBR  (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) adalah fix rated 5% selama 20 tahun,” papar Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dalam pers conference pencapaian kinerja SMF tahun 2020 dan Strategi Perseroan Tahun 2021 yang digelar secara virtual, Senin, 5 April 2021.

Perseroan akan mengoptimalkan PMN tersebut untuk membantu menurunkan beban fiskal pemerintah. Di samping itu, perseroan juga bertekad mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) khususnya di sektor perumahan. Caranya dengan menerapkan beberapa strategi dan memperkuat perannya sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan melalui kegiatan bisnis, seperti optimalisasi penyaluran KPR FLPP, dukungan kepada sektor supply sektor perumahan, pengembangan pembiayaan KPR untuk masyarakat non fixed income, dan pengembangan pembiayaan mikro perumahan.

Perseroan pun mendapat amanat dari pemerintah sebagai Wakil Pelaksana Investasi kepada Perum Perumnas. Tujuannya agar mampu membantu meningkatkan kinerja dan kesehatan keuangan perusahaab melalui sinergi, transformasi, dan reposisi peran Perumnas dalam ekosistem perumahan nasional.

Selain itu, SMF juga mendapat perluasan mandat sesuai peraturan presiden (Perpres) Nomor 100 tahun 2020 tentang pembiayaan sekunder Perumahan. Perluasan mandat memungkinkan perseroan menyalurkan kredit kontruksi di sektor perumahan. Saat ini SMF sedang mengkaji penyaluran kredit konstruksi, termasuk kelengkapan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Ari As)

Suheriadi

Recent Posts

BNI Ingatkan Nasabah Waspada Modus Phishing Jelang Lebaran

Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More

2 hours ago

IHSG Dibuka Menguat 0,52 Persen ke Level 8.280

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,52 persen ke 8.323,99 saat pembukaan, didominasi 282 saham menguat.… Read More

3 hours ago

Harga Emas Hari Ini (25/2): Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp22.000 menjadi Rp3.085.000 per gram pada 25… Read More

3 hours ago

IHSG Berpotensi Kembali Melemah di Rentang 8.200-8.250

Poin Penting IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound… Read More

3 hours ago

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

14 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

15 hours ago