Jakarta – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/ Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dalam peningkatan ekspor nasional, memiliki mandat dalam mendukung UMKM khususnya yang berorientasi ekspor. Dalam mewujudkan mandat tersebut, LPEI menandatangani perjanjian kredit modal kerja senilai Rp50 miliar dengan PT Sarinah (Persero).
Penandatanganan pembiayaan modal kerja dilakukan di Kantor Pusat LPEI, oleh Direktur Pelaksana I, Dikdik Yustandi dan Direktur Pelaksana II, Maqin U. Norhadi dari pihak LPEI. Sementara dari PT Sarinah (Persero), penandatangan adalah Fetty Kwartati selaku Direktur Utama. Fasilitas tersebut akan berlaku selama 1 (satu) tahun ke depan.
Pemberian pembiayaan ini nantinya akan digunakan oleh PT Sarinah (Persero) untuk mendukung UMKM yang telah dikurasi sehingga dapat memenuhi permintaan pembeli dari luar negeri. Sebagai kurator, PT Sarinah (Persero) berkomitmen untuk memasarkan produk UMKM ke pasar global.
Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah menjalin kerja sama duty free dengan perusahaan global sehingga nantinya produk-produk lokal Indonesia dapat dijual dijaringan duty free internasional. Ini sejalan dengan visi transformasi Sarinah yaitu “Menumbuhkembangkan Keunggulan UMKM Nasional” agar dapat bersaing di pasar global sekaligus membangun gerakan Bangga Buatan Indonesia.
“Pemberian pembiayaan modal kerja dilakukan karena kami melihat kesamaan visi antara LPEI dan Sarinah dalam mendukung UMKM Go Global. Selain itu kita juga melihat peluang kerja sama lainnya seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE) untuk meningkatkan kapasitas UMKM berorientasi ekspor. Pada intinya kami akan dukung dan melakukan segala upaya untuk membantu UMKM khususnya yang berorientasi ekspor,” ujar Direktur Pelaksana I LPEI, Dikdik Yustandi seperti dikutip Jumat, 24 September 2021.
Sementara itu, PT Sarinah (Persero) mengapresiasi dukungan yang diberikan LPEI melalui fasilitas pembiayaan modal kerja. Pihaknya berkomitmen secara konsisten membantu para UMKM Indonesia untuk berbicara lebih banyak di kancah internasional.
“Pembiayaan modal kerja dari LPEI ini akan sangat membantu kami dalam menjalankan visi untuk mendukung UMKM dapat memasarkan produknya secara global. UMKM akan merasakan langsung manfaat dari fasilitas pembiayaan ini. Selain itu, kerja sama kedua belah pihak secara tidak langsung juga berkontribusi terhadap transformasi bisnis yang tengah kami lakukan,” ucap Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati.
Penandatanganan fasilitas pembiayaan antara LPEI dan PT Sarinah (Persero) ini akan menjadi awal dari kolaborasi dalam mendukung UMKM. Kedua belah pihak juga sepakat untuk bekerja sama dalam menciptakan eksportir UMKM Indonesia yang unggul dan memiliki daya saing di pasar internasional. (*)
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More