Jakarta–Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) BErniat merangkul 120 institusi lembaga jasa keuangan pada tahun ini. Kerja sama terkait dengan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk memudahkan identifikasi calon nasabah.
“Pada tahun ini kita menunggu 79 perusahaan fintech dan 41 lembaga asuransi untuk kerjasama. Jadi total ada sekitar 120 lembaga lagi yang akan kita selesaikan kerjasama ini,” ucap Direktur Jenderal Dukcapil, Zudan Arif Fakhrulloh di Jakarta, Senin, 7 Agustus 2017.
Ia menambahkan, dengan memanfaatkan data NIK yang ada di data center di Dukcapil, perbankan atau lembaga keuangan akan dapat mudah mengidentifikasi calon nasabahnya. Semua data-data pribadi akan diketahui sehingga akan meminimalisir penyalahgunaan data atau manipulasi data dari calon nasabah.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2017 Capai 5,01%
“Kalau nanti ada nasabah yang berbohong terkait data dirinya nanti tidak akan muncul. Sistem kependudukan kita asasnya satu penduduk, satu indentitas dan satu alamat,” kata Zudan.
Dirinya menambahkan, kerja sama ini juga sejalan dengan mulai banyaknya penggunaan data dukcapil untuk pelayanan publik. “Ke depannya diharapkan semakin banyak kolaborasi antara pemerintah dan swasta terkait pemanfaatan data kependudukan ini,” tukasnya.
Tercatat hingga saat ini sudah terdapat sebanyak 234 lembaga yang sudah melakukan kerjasama penggunaan NIK dengan Dukcapil Kemendagri. (*)
Editor: Paulus Yogga
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More