News Update

Duit 14 Bank Nyangkut Rp2,23 Triliun di SNP Finance

Jakarta — Total pokok kredit 14 bank pemberi pinjaman kepada PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance) yang belum dipenuhi tercatat senilai Rp2,23 triliun. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi bank dengan pokok utang macet terbesar senilai Rp1,4 triliun.

Mengutip berkas Rapat Verifikasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) SNP Finance yang diperoleh Infobank pada Senin, 4 Juni 2018, tercatat rincian kredit pokok perbankan yang masih tertunggak adalah sebagai berikut:

1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – Rp1,40 triliun
2. PT Bank Central Asia Tbk – Rp209,8 miliar
3. PT Bank Panin Tbk – Rp140,14 miliar
4. PT Bank Ganesha – Rp75,23 miliar
5. PT Bank Resona Perdania – Rp73,66 miliar
6. PT Bank J Trust Indonesia – Rp55,36 miliar
7. PT Bank Victoria International Tbk – Rp55,20 miliar
8. PT Bank CTCB Indonesia – Rp50 miliar
9. PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk – Rp46,54 miliar
10. PT Bank Nationalnobu Tbk – Rp33,33 miliar
11. PT Bank Capital Indonesia Tbk – Rp30,49 miliar
12. PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk – Rp25,56 miliar
13. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk – Rp16,53 miliar
14. PT Bank Sinarmas Tbk – Rp9,40 miliar

Baca juga: Proses PKPU, Tunggakan SNP Finance Capai Rp4,08 Triliun

Dalam berkas Proposal Rencana Perdamaian yang diajukan oleh manajemen SNP Finance, yang diteken Direktur Utama SNP Finance, Donni Satria, perseroan juga berniat membayarkan bunga dan denda. “Pembayaran bunga sebesar Rp9,76 miliar dan pembayaran denda sebesar Rp124 juta dibayarkan pada 2018,” tulis Donni.

Sementara rencana pembayaran pokok utang akan dimulai pada 2019 hingga 2033. “Pembayaran utang pokok setelah 2018. Masa tenggang 1 tahun, mulai 2019 dibayar triwulanan setiap tanggal 25,” tutur Surya Gunadi, Konsultan Hukum SNP Finance di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Kasus Kredit Macet Sritex: Ketika Pasal Karet Jadi “Hantu” Bankir dan Hadang Denyut Nadi Ekonomi

Oleh Mikail Mo, Direktur Research dari The Asian Institute for Law, Economic and Capital Market… Read More

17 mins ago

BNI Ingatkan Nasabah Waspada Modus Phishing Jelang Lebaran

Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Menguat 0,52 Persen ke Level 8.280

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,52 persen ke 8.323,99 saat pembukaan, didominasi 282 saham menguat.… Read More

3 hours ago

Harga Emas Hari Ini (25/2): Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp22.000 menjadi Rp3.085.000 per gram pada 25… Read More

3 hours ago

IHSG Berpotensi Kembali Melemah di Rentang 8.200-8.250

Poin Penting IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound… Read More

3 hours ago

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

14 hours ago