Categories: News UpdatePerbankan

Duh! Survei BI Perkirakan Kredit Hanya Tumbuh 5,5%

Jakarta – Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan kredit nasional sepanjang tahun 2020 akan sangat tertekan. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2020 hanya sebesar 5,5% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1% dan prakiraan pada survei periode sebelumnya sebesar 9,4%.

Tak hanya itu, berdasarkan laporan BI tersebut penyaluran kredit baru juga terlihat melambat pada triwulan I-2020. Hal itu tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan I-2020 sebesar 23,7%, lebih rendah dibandingkan dengan 70,6% pada triwulan sebelumnya dan 57,8% pada triwulan I-2019.

Seperti dikutip dari keterangan Bank Indonesia di Jakarta, Kamis, 16 April 2020 menyebutkan, berdasarkan jenis penggunaan, melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru bersumber dari seluruh jenis kredit, dengan penurunan terbesar pada jenis kredit konsumsi.

Meskipun begitu, BI memandang kebijakan penyaluran kredit pada triwulan II-2020 diprakirakan lebih longgar. Prakiraan tersebut terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 9,1%, lebih rendah dibandingkan dengan 10,9% pada triwulan sebelumnya.

Pelonggaran standar penyaluran kredit terutama akan dilakukan untuk jenis kredit modal kerja dan kredit UMKM. Adapun aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar yaitu suku bunga kredit, biaya persetujuan kredit, jangka waktu kredit, dan plafon kredit.

Sebagai informasi saja, kondisi pandemi virus corona (COVID19) membuat perbankan semakin tertekan. Prakirakaan pertumbuhan kredit pada 2020 oleh BI terus direvisi kebawah. Dari awalnya pertumbuhan kredit dipercaya masih tumbuh 10% hingga 12% lalu direvisi turun
menjadi 9% dan saat ini 5,5%. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

7 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

9 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

9 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

10 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

10 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

10 hours ago