Duh, Morgan Stanley Turunkan Peringkat Pasar Saham RI jadi Underweight

Jakarta – Morgan Stanley telah mengumumkan penurunan peringkat pasar saham Indonesia atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi underweight (UW) dari sebelumnya equal-weight (EW) pada indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Melalui laporan resminya, Morgan Stanley menyebut hal itu disebabkan oleh prospek pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang melemah dan adanya tekanan terhadap profitabilitas perusahaan di sektor siklikal.

Tidak hanya itu, dari sisi Return on Equity (ROE) turut mengalami pergeseran, di mana ROE Indonesia lebih menguntungkan dibandingkan dengan China. Hal ini dikarenakan ekonomi China mulai mengalami perbaikan di sisi kinerja operasional dan neraca keuangan pada sektor yang mendominasi.

“Sementara itu, ROE Indonesia menunjukkan momentum ke bawah terutama karena pertumbuhan yang memburuk di sektor siklikal domestik. Tim ekonomi kami dan analis tetap berhati-hati pada prospek untuk pembalikan jangka pendek dan umumnya lebih sering terjadi di kawasan Asean,” tulis Morgan Stanley dalam pengumumannya dikutip, 25 Februari 2025.

Baca juga: Kembangkan Foreign Index Futures, BEI Siap Jajaki Kerja Sama dengan Jepang

Oleh karena itu, Morgan Stanley menargetkan MSCI pasar negara berkembang atau MSCI EM ke posisi 1.200 dengan kenaikan kurang lebih lima persen dan target indeks Hang Seng dibidik pada level 24.000 poin di Desember 2025. Sedangkan, MSCI China ditargetkan sebanyak 77 poin atau naik empat persen.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mengatakan penurunan tersebut adalah review yang dilakukan secara periodik dan BEI berharap di review berikutnya akan terdapat perubahan yang positif.

Jeffrey menjelaskan, pihak BEI saat ini tengah mengadakan kegiatan dengan MSCI dan para emiten untuk membahas terkait metodologi dalam penilaian ESG maupun secara umum.

“Siang ini akan ada kegiatan dengan MSCI dan emiten untuk sharing terkait metodologi MSCI baik dalam penilaian ESG maupun secara umum. Diharapkan sesi ini dapat bermanfaat bagi emiten kita,” ucap Jeffrey kepada media di Jakarta, 25 Februari 2025.

Baca juga: BEI Targetkan Produk Derivatif Capai 1 Juta Kontrak di 2025

Diketahui, kedatangan MSCI ke Indonesia dalam rangka melakukan peluncuran produk derivatif baru, yakni Foreign Index Futures atau Kontrak Berjangka Indeks Asing (KBIA) bersama dengan Self-Regulatory Organization (SRO).

Peluncuran produk KBIA tersebut bertujuan untuk memberikan pilihan diversifikasi portofolio bagi investor di pasar modal Indonesia serta memperluas akses pasar dan pada tahap ini BEI meluncurkan Foreign Index Futures dengan underlying indeks MSCI Hong Kong Listed Large Cap. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

53 mins ago

AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun ke PDB Nasional

Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More

2 hours ago

Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Naik 48,5 Persen

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More

2 hours ago

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

3 hours ago

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

4 hours ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

5 hours ago