Keuangan

Duh! Menko BG Ungkap 7 Juta Lebih Pemuda dan Masyarakat Bawah Terjerumus Judi Online

Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan yang kerap disapa BG mengungkapkan data pemain judi online (judol) pada 2024 mencapai 8,8 juta pemain.

BG menjelaskan dari angka tersebut sebanyak 80 persen pemain judol merupakan masyarakat kelas bawah dan anak-anak muda. Dengan kata lain, sebanyak 7,040 juta pemuda dan masyarakat bawah telah terjerumus judi online.

“Di tahun 2024 sebanyak 8,8 juta pemain, di mana 80 persen adalah menyentuh masyarakat bawah dan menyasar ke anak-anak muda, itu yang angka 80 persen tadi,” ujar BG kepada wartawan, di Kantor Bea Cukai, Kamis, 14 November 2024.

Baca juga: Penjualan Lesu di Kuartal III 2024, Dharma Polimetal Ungkap Penyebabnya

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Haid mengungkapkan ada sebanyak 80 ribu anak di bawah usaia 10 tahun terjerumus judol melalui games di handphone.

Dia pun merinci, saat ini ada sebanyak 200 ribu orang di bawah 19 tahun dan 80 ribu orang di bawah 10 tahun tepapar judol.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Oktober 2024 telah berhasil memblokir rekening judol sebanyak 8.000 rekening.

Baca juga: OJK Blokir 8.000 Rekening Bank Terkait Judi Online per Oktober 2024

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae menegaskan bahwa pemblokiran tersebut dalam rangka pemberantasan judol yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan.

“OJK telah meminta perbankan melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 8.000 rekening yang berasal dari data Kementerian Komunikasi dan Digital. Serta meminta perbankan menutup rekening dalam satu CIF yang sama,” ujar Dian dalam konferensi pers RDK Jumat, 1 November 2024. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

2 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

8 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

8 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

8 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

8 hours ago