Snapshot

Due Diligence & Public Expose BAF

(dari kiri ke kanan) Hidenobu Hama – Direktur, Imam Budianto – Direktur, Bambang Suprijadi – Direktur, Sigit Sembodo – Direktur, Yoshiki Watanabe – Wakil Presiden Direktur, Shinichiro Shimada – Presiden Direktur, Lynn Ramli – Wakil Presiden Direktur, A. Lung Ng – Direktur usai Due Diligence & Public Expose PT Bussan Auto Finance (BAF) di Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2017.

PT Bussan Auto Finance (BAF), salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia berencana melakukan penawaran umum obligasi pertama di tahun 2017 senilai sebesar-besarnya Rp 500 miliar. Obligasi ini mendapatkan peringkat idAA (Double A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari nilai pokok dalam 2 seri yaitu tenor 370 Hari Kalender dan 3 tahun dengan pembayaran bunga setiap 3 bulan (triwulanan). Dana obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

14 mins ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

22 mins ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

39 mins ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

50 mins ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

4 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

4 hours ago