Ekonomi dan Bisnis

Dua Putra Utama Makmur Patok Pendapatan Rp1 Triliun

Jakarta–PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) optimis kinerja tahun ini bakal lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal itu akan seiring dengan ekspansi bisnis perusahaan yang akan dilakukan pada tahun ini.

Presiden Direktur DPUM, Witiarso Utomo yang biasa disapa Wiwit yakin bahwa pendapatan tahun ini akan akan sebesar Rp1 triliun. Angka ini naik dibanding realisasi pendapatan usaha perseroan pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp732,16 miliar.

“Kami sangat yakin, kalau kinerja tahun ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kami targetkan, pendapatan akan sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2016,” tegasnya di Jakarta, Selasa, 26 April 2016.

Untuk mendukung target pendapatan tahun 2016, Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp400 miliar pada 2016. Dana tersebut akan bersumber dari hasil kombinasi antara kas internal, hasil IPO, dan pinjaman perbankan.

Dana itu, menurut Wiwit, akan dipergunakan untuk menambah kapasitas cold storage menjadi sekitar 21-25 ribu ton dan kapal penangkapan ikan sebanyak 20 kapal.

“Kami juga sudah membeli 7 tunnel freezer untuk mendukung bisnis kami pada tahun ini,” pungkasnya. (*) Dwitya Putra

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

7 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

12 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

13 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

13 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

13 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

13 hours ago