Keuangan

Dua Program LLV Permudah Investor Asing Uji Pasar Indonesia

Poin Penting

  • LLV luncurkan dua program, yakni International Landing Pad dan Innovation Lab untuk membantu perusahaan/investor asing menguji pasar Indonesia sebelum ekspansi.
  • Landing Pad menyediakan ruang kerja gratis 6 bulan di BSD City, akses jaringan Sinar Mas Group, serta business matchmaking.
  • Innovation Lab memungkinkan perusahaan menguji model bisnis dan teknologi di lingkungan nyata sebelum memutuskan investasi penuh.

Jakarta – Living Lab Ventures (LLV), perusahaan modal ventura di bawah naungan Sinar Mas Land, menghadirkan dua program strategis pada 2025, yakni LLV International Landing Pad dan LLV Innovation Lab.

Kedua program tersebut dirancang sebagai jembatan bagi perusahaan dan investor asing untuk memahami karakter pasar domestik sebelum mengambil keputusan ekspansi ke Indonesia.

Partner LLV, Bayu Seto, mengungkapkan minat perusahaan global terhadap pasar Indonesia terus meningkat. Namun, tidak sedikit yang masih menahan langkah lantaran belum memiliki gambaran utuh mengenai dinamika dan potensi pasar dalam negeri. Melalui dua program tersebut, LLV menyediakan wadah uji coba yang lebih terstruktur dan terukur.

Baca juga: Benarkah Iklim Investasi di Indonesia Memburuk? Ini Pandangan LLV

Program LLV International Landing Pad ditujukan bagi perusahaan luar negeri yang ingin menjajaki peluang tanpa harus langsung membentuk badan usaha di Indonesia. Skema ini memungkinkan perusahaan melakukan eksplorasi pasar serta mengenal ekosistem bisnis lokal secara lebih mendalam.

“Karena yang paling penting buat mereka adalah ingin mencari, ‘apakah saya bisa dapat klien di sini? Apakah saya dapat captive market di sini? Apakah saya bisa dapat pasar di sini?’ Karena mereka nggak tahu, masuk ke market Indonesia seperti apa,” ujarnya dalam LLV Corporate Update and Media Briefing yang digelar di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Dalam pelaksanaannya, LLV menyediakan fasilitas ruang kerja gratis selama enam bulan di kawasan BSD City. Tak hanya itu, peserta program juga memperoleh akses ke jaringan bisnis Sinar Mas Group serta ekosistem usaha yang telah terbangun di kawasan tersebut.

LLV turut memfasilitasi kegiatan business matchmaking dan networking secara berkala. Melalui forum ini, perusahaan asing dipertemukan dengan pelaku usaha, calon mitra, hingga komunitas bisnis lokal guna memperluas jejaring sekaligus menguji respons pasar.

“Jadi, dalam jangka waktu 6 bulan, kita berekspektasi perusahaan yang datang ke sini baik itu startup atau bisnis lain yang lebih besar daripada startup, mereka bisa mendapatkan sense mengenai (pasar) di Indonesia seperti apa,” paparnya.

Adapun LLV Innovation Lab menyasar perusahaan yang telah memiliki minat kuat untuk masuk ke Indonesia, tetapi masih ingin menguji teknologi maupun model bisnisnya.

Program tersebut membuka ruang bagi perusahaan untuk melakukan proof of concept (PoC) secara langsung di lingkungan nyata.

LLV mendampingi proses pencarian mitra, penyusunan use case, hingga implementasi uji teknologi di kawasan BSD City. Adapun sektor yang dapat diuji coba mencakup transportasi, pengelolaan lingkungan, hingga layanan konsumen.

“Itu yang kami tawarkan ke mereka, bagaimana mereka bisa melakukan proof of concept mengenai program Living Life Ventures Innovation Lab. (Setelah) mereka coba, mereka bisa decide ‘oke saya expert di Indonesia atau tidak’,” jelas Bayu.

Baca juga: OJK Ingatkan Investor Cermati Kepatuhan Emiten usai Sanksi PIPA dan REAL

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan dapat menilai kelayakan model bisnisnya sebelum melakukan ekspansi penuh. Keputusan investasi pun diharapkan lebih berbasis pada hasil implementasi langsung di pasar.

Bayu berharap inisiatif ini mampu mendorong lebih banyak perusahaan global menjalankan aktivitas ekonomi di Indonesia.

“Kehadiran investor asing dinilai berpotensi membuka lapangan kerja serta meningkatkan perputaran ekonomi di kawasan,” tutup Bayu. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More

9 hours ago

Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Bukukan Pendapatan USD605 Juta Sepanjang 2025

Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More

15 hours ago

Begini Jurus Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME

Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More

15 hours ago

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

2 days ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

2 days ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

2 days ago