Moneter dan Fiskal

Dua Faktor Ini Bisa Selamatkan RI dari Ancaman Resesi 2023

Jakarta – Ketahanan perekonomian Indonesia dinilai mampu dalam menghadapi ancaman resesi global di 2023 yang hanya memiliki potensi sebesar 3%. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, setidaknya ada dua faktor utama yang menyelamatkan perekonomian Indonesia dari ancaman resesi.

Faktor pertama yaitu, masih kuatnya konsumsi domestik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Komposisi konsumsi rumah tangga dalam struktur PDB Indonesia masih dominan, mencapai 50,38% pada kuartal III-2022.

“Dorongan konsumsi rumah tangga tercermin dari meningkatnya mobilitas masyarakat dalam masa transisi pandemi menjadi endemi. Daya beli kelompok masyarakat bawah juga terbantu oleh bantuan sosial dan subsidi energi,” ungkap Sunarso, Kamis, 26 Januari 2023.

Faktor kedua, optimisme pelaku UMKM terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Kenaikan bisnis UMKM di semua sektor disebabkan oleh kinerja perekonomian yang semakin membaik dan diikuti oleh daya beli masyarakat yang semakin pulih. Selain itu, peningkatan permintaan domestik akibat peningkatan mobilitas masyarakat di luar rumah sejalan dengan pencabutan PPKM. 

“Indeks bisnis UMKM itu naik dari 103,2 di kuartal III-2022 menjadi 105,9 di kuartal IV-2022, artinya yang paling penting ini adalah 100 dan kemudian kenaikan menunjukkan bahwa makin membaik volume bisnis UMKM makin tinggi, penjualan makin meningkat,” terangnya.

Kemudian dilihat dari indeks ekspektasi UMKM yang mengukur ekspektasi pelaku UMKM di kuartal I-2023 juga naik dari 126,5 pada kuartal III-2022 menjadi 130,1 di kuartal IV-2022.

“Ini mengukur bahwa persepsi masyarakat UMKM terhadap konsisi ekonomi tiga bulan kedepan akan membaik dan mereka makin optimis,” pungkas Sunarso.

Selanjutnya, indeks kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia meningkat dari 127,2 pada kuartal III-2022 menjadi 138,3 di kuartal IV-2022.

“Kepercayaan akan kemampuan pemerintah mengurus dan mengkonsolidasikan perekonomian kita, memberikan persepsi bahwa pemerintah mampu untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi dan kemudian meng-arrange, mengkonsolidasikan perekonomian kita sehingga tetap tumbuh,” jelasnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

22 mins ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

7 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

11 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

11 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

11 hours ago