Nasional

Driver Ojol Ngaku Tak Rugi Meski Harga BBM Pertamax Naik, Kok Bisa?

Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang berlaku sejak Jumat (1/9/2023) dirasa membuat sebagian besar masyarakat keberatan.

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, BBM dengan kandungan oktan 92 tersebut naik menjadi Rp13.300 per liter dari Rp12.400 per liter. 

Menariknya, kenaikan BBM Pertamax rupanya tidak memberikan dampak kerugian bagi profesi ojek online (ojol). Hal ini lantaran sebagian besar driver ojol menggunakan BBM subsidi Pertalite.

Baca juga: Naik Lagi, Ini Harga Lengkap BBM Terbaru Pertamina 

Ketua Umum Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, mayoritas driver ojek online menggunakan Pertalite karena harganya lebih murah dibandingkan jenis Pertamax.

“Menanggapi kenaikan harga Pertamax, saat ini rekan-rekan dari pengemudi ojek online dominan menggunakan Pertalite. Sehingga yang dirasakan naiknya Pertamax ini tidak ada dampak ruginya,” kata Igun, Sabtu (2/9).

Menurutnya, mayoritas driver ojek online menggunakan Pertalite karena harganya lebih murah dibandingkan dengan Pertamax sehingga bisa memangkas biaya operasional.

“Biaya operasional jika menggunakan Pertamax akan sangat tinggi sehingga rekan-rekan kami lebih banyak menggunakan Pertalite,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) menjual BBM jenis Pertalite Rp10 ribu per liter. Sementara, harga Pertamax yang mengalami kenaikan menjadi Rp Rp13.300 per liter dari Rp12.400 per liter. 

Baca juga: Pengamat Sebut Rencana Penghapusan Pertalite Bikin APBN Jebol, Kok Bisa?

Meski begitu, pihaknya tak menampilkan apabila masih ada rekan profesi ojek online lainnya yang menggunakan Pertamax dengan alasan tertentu. Namun, jumlah driver ojol yang menggunakan Pertamax relatif lebih kecil dibandingkan Pertalite. 

“Mungkin ada beberapa yang menggunakan Pertamax karena menggunakan sepeda motor yang butuh performance bahan bakar RON nya memenuhi standar 92 atau lebih,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

11 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

12 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

12 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

18 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

19 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

19 hours ago