Jakarta–Menjadi bankir yang tumbuh di masa sebelum krisis dan pada saat krisis dan menjadi besar pada pascakrisis adalah sebuah proses yang butuh kegigihan dalam bekerja agar mampu melampaui tahapan tersebut.
DR. Rudjito, bankir profesional telah membuktikan mampu. Dalam bukunya Be An Optimist! tergambar sosok Rudjito adalah pekerja keras, disiplin, teguh dan berdedikasi tinggi.
Yayasan Harapan Mulya Insani (YAHMI), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan keluarga almarhum DR. Rudjito menggelar bedah buku sekaligus peluncuran buku ‘Be An Optimist!’ di Gedung BRI 1, Jakarta, kemarin. Hadir dalam acara bedah buku Ketua YAHMI Baridjussalam Hadi, Direktur Utama BRI Asmawi Syam, juga Fuad Bawazir, Krisna Wijaya dan Djoko Retnadi sebagai pembicara dan moderator bedah buku, beserta keluarga alm. DR. Rudjito.
“Buku Be An Optimist! ini merupakan impian Papa sejak beberapa tahun terakhir usianya, khususnya sejak masa pensiunnya. Inilah wujud dari sifat Papa yang selalu ingin berbagi ilmu maupun pengalaman kepada lingkungan sekitarnya. Lebih dari 40 tahun bersama beliau, Papa telah memberikan contoh pada kami, sebagai pekerja keras, usaha tanpa pamrih dan putus asa hingga kami hidup berkecukupan,” ujar Eva Arisuci Rudjito, putri pertama dari alm. DR. Rudjito.
“Menjadi guru yang baik, tercermin jelas di moto buku Be An Optimist! – Banyak bekerja – Banyak Bicara. Kedua hal tersebut ada pada sosok Rudjito. Tidak hanya itu, Rudjito adalah bankir profesional peletak dasar kemajuan BRI, tergambar jelas dari motonya yaitu Banyak Hasilnya,“ ujar Asmawi Syam.
Hadir sebagai salah satu pembicara, Fuad Bawazier pada acara bedah buku menceritakan, bahwa sosok DR. Rudjito adalah The Right Man in the Right Place.“Saat itu saya memberikan dukungan yang positif ketika Rudjito melakukan fit and proper test di Bank Indonesia untuk kandidat pimpinan BRI. Rudjito mampu menjadi pimpinan di mana saja karena beliau itu pekerja keras, disiplin dan serius. Sifat-sifat itu sudah kelihatan sejak mahasiswa. Saya melihat cara kerjanya melahirkan suatu prestasi yang bermanfaat bagi diri dan orang lain. Kenapa? Karena Rudjito menekuninya secara tulus,” ungkapnya.
“Buku DR. Rudjito ini memberikan pencerahan kepada kita semua sebagai bankir. Hasil capaian jerih payahnya tidak diragukanlagi, tercermin dari kinerja keuangan tahun 2000-2005; BUMN of The Year di tahun 2003 dan menjadi Bank yang go public. DR. Rudjito tumbuh pada masa sebelum kriris dan pada saat krisis serta menjadi besar pada pascakrisis tahun 1998 lalu,” ujar Baridjussalam Hadi. (*)
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More