Nasional

DPR Soroti Kualitas dan Data Penerima Program 3 Juta Rumah

Poin Penting

  • DPR minta program 3 juta rumah perhatikan kualitas bangunan dan lokasi yang jelas agar meningkatkan kesejahteraan rakyat.
  • Kerja sama dengan BPS penting untuk akurasi data penerima bantuan berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional.
  • BTN salurkan 62,8% KPR subsidi dengan realisasi 94.684 unit pada semester I 2025, dorong pertumbuhan sektor perumahan.

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengungkapkan, program 3 juta rumah yang diluncurkan pemerintah harus memperhatikan berbagai aspek agar bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

“Disampaikan pemerintah bahwa backlog mencapai 9,9 juta unit itu di sebelah mana harus jelas, kemudian kualitas tanah dan bangunannya juga harus diperhatikan jangan sampai kondisinya tidak sesuai,” ujar Syaiful dalam keterangannya, Kamis, 9 Oktober 2025. 

Dirinya juga menekankan aspek ketepatan sasaran bagi pemiliknya. Menurutnya, kerja sama dengan BPS perlu dilakukan untuk akurasi data. 

Baca juga: BTN Makin Kuat Dukung Program 3 Juta Rumah

Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTKS) diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan apakah seseorang termasuk kategori tidak memiliki rumah atau memiliki rumah yang tidak layak huni.

“Intinya kami di DPR mendorong agar program perumahan ini berjalan dengan baik, namun saya ingatkan masalah tidak akan selesai ketika masyarakat mendapatkan rumah. Disisi lain masih banyak faktor yang juga harus diperhatikan seperti sanitasi air dan ekosistem hunian yang nyaman,” jelasnya.

Seperti diketahui, program 3 juta rumah merupakan bagian dari program prioritas nasional yang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. 

Baca juga : BTN Makin Kuat Dukung Program 3 Juta Rumah

Program ini adalah upaya nyata kehadiran negara untuk menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah

BTN, sebagai bank Himbara pun mendapat mandat besar menyalurkan 62,8 persen KPR subsidi nasional dari total 350.000 unit, dengan realisasi 94.684 unit pada semester I 2025.

KPR subsidi sendiri menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor perumahan dengan peningkatan sebesar 5 persen (yoy). Sementara itu, KPR nonsubsidi tetap mencatatkan pertumbuhan 5,82 persen meskipun tertekan oleh tingginya suku bunga. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

38 seconds ago

Nobu Bank Bukukan Laba Bersih Rp481,3 Miliar, Tumbuh 46,30 Persen di 2025

Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More

21 mins ago

Bank Jambi Gandeng SMF, Perkuat Likuiditas Pembiayaan Perumahan Rp200 Miliar

Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More

33 mins ago

Indonesia-Korea Selatan Sepakati Investasi Rp173 Triliun, Ini Sektornya

Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More

54 mins ago

BRI Nilai Tambahan Likuiditas dari Pemerintah Jaga Momentum Kredit Berkualitas

Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More

2 hours ago

Budi Herawan Kembali Pimpin AAUI, Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global

Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More

2 hours ago