Anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Kepala PPATK di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Foto: DPR
Poin Penting
Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menyoroti maraknya konten daring berjudul sensasional yang dinilai menjadi salah satu pintu masuk masyarakat ke praktik judi online (judol).
Menurutnya, paparan konten semacam itu membuat masyarakat yang semula tidak mengetahui perjudian daring akhirnya terdorong untuk mencoba dan terjerat aktivitas ilegal tersebut.
“Apalagi penanganan yang dilakukan selama ini masih cenderung bersifat reaktif. Seperti pemblokiran rekening setelah transaksi terjadi dan kerugian muncul,” tutur Andi dinukil laman DPR, Selasa, 3 Februari 2026.
Legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu menekankan perlunya langkah pencegahan yang lebih kuat melalui intervensi terhadap situs dan aplikasi yang terindikasi memfasilitasi judul.
Baca juga: PPATK: Perputaran Dana Judol Turun 43 Persen di Semester I 2025
Ia menilai, upaya tersebut perlu dilakukan melalui kerja sama PPATK, aparat penegak hukum, serta kementerian yang membidangi ruang digital.
“Kalau kemudian data dari PPATK yang banyak akun dan transaksi mencurigakan di judi online maupun narkoba itu bisa diblokir langsung, saya kira potensi penyelamatan negara luar biasa,” ujar Andi Amar.
Selain itu, Andi Amar juga menyoroti banyaknya temuan dan laporan PPATK terkait dugaan kerugian negara yang sempat ramai di ruang publik, namun tidak seluruhnya diketahui tindak lanjut penanganannya.
Baca juga: PPATK Klaim Pemblokiran Rekening Pasif Tekan Transaksi Deposit Judol
Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas koordinasi antarpenegak hukum.
“Perlu koordinasi yang lebih kuat antaraparat penegak hukum agar pencegahan dan penindakan judi online bisa berjalan berkelanjutan,” tandasnya.
PPATK mencatat, nilai perputaran dana perjudian online mencapai Rp99,68 triliun pada semester I 2025, atau turun 43 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp174,57 triliun.
Namun, dalam periode 2023-2024, total perputaran dana perjudian online justru mencapai Rp359,81 triliun, naik 9,76 persen dari Rp327,81 triliun pada 2023.
Baca juga: Gila! Tambang Emas Ilegal Putar Dana Rp992 Triliun, DPR: Jejaringnya Hidup dan Berkembang
Peningkatan perputaran dana ini juga terjadi pada berbagai jenis kejahatan lain, seperti korupsi dan narkotika. Melihat tren tersebut, PPATK menilai diperlukan kebijakan yang lebih efektif untuk menekan arus dana ilegal. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More
Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More
Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More
Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More