News Update

DPR Setujui Pangkas Anggaran Kementerian BUMN

Jakarta–Anggaran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah resmi dipangkas menjadi Rp 198,86 miliar setelah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017 disetujui Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kompleks DPR-RI pada hari ini Kamis, 13 Juli 2017.

“Komisi VI menyetujui penghematan belanja barang Kementerian BUMN sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2017 sebesar Rp45 miliar. Dari Rp243,87 miliar di APBN 2017 menjadi Rp198,87 miliar di RAPBN-P 2017,” ungkap Ketua Komisi VI, Teguh Juwarno pada Rapat kerja di Kompleks DPR-RI, Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.

Komisi VI juga telah menerima realisasi anggaran Kementerian BUMN per 5 Juli 2017 telah mencapai 26 persen dengan nilai Rp62,29 miliar dari total anggaran Rp 243,86 miliar di APBN 2017.

Baca juga: Kementerian BUMN Usul Tambahan PMN Rp2,3 Triliun

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang mewakili Menteri BUMN mengatakan, realisasi anggaran Kementerian BUMN kecil lantaran belum termasuk dengan sebagian paket kontrak yang sudah disepakati namun belum terbayarkan.

“Kalau ditambah kontrak-kontrak itu maka realisasi anggaran itu ditambah Rp28,07 miliar, dengan demikian menjadi total penyerapan anggaran 34 persen dari pagu. Kira-kira hampir sama di kementerian dan lembaga lain,” kata Sri Mulyani.

Adapun, pos-pos yang terkena pangkas pada Kementerian BUMN seperti anggaran lelang dan swakelola yang tidak digunakan perjalan dinas baik atau luar negeri, rapat ke luar kantor, dan lainnya.

Selain itu, Sri Mulyani juga optimistis dengan anggaran yang telah dipangkas tersebut masih dapat menopang kebutuhan Kementerian BUMN. (*)

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

22 mins ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

53 mins ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

53 mins ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

56 mins ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

1 hour ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

1 hour ago