Nasional

DPR Setujui Calon Anggota Ombudsman Periode 2026–2031, Ini Daftarnya

Poin Penting

  • DPR RI menyetujui secara aklamasi hasil uji kelayakan dan kepatutan sembilan calon anggota Ombudsman RI masa jabatan 2026–2031 dalam Sidang Paripurna
  • Uji kelayakan dilakukan terbuka dan transparan oleh Komisi II DPR RI, dengan sembilan anggota terpilih dari 18 calon yang berasal dari delapan fraksi partai politik
  • Ombudsman periode 2026–2031 diharapkan memperkuat pelayanan publik inklusif serta berperan aktif mencegah maladministrasi, diskriminasi, dan KKN.

Jakarta – Sidang Paripurna DPR RI menyetujui hasil uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) masa jabatan 2026–2031 yang telah dilaksanakan Komisi II DPR RI.

Uji kelayakan dilakukan secara terbuka dan transparan. Dari 18 calon yang berasal dari delapan fraksi partai politik, terpilih sembilan nama.

“Apakah laporan Komisi II DPR RI terhadap hasil uji kelayakan calon anggota Ombudsman Republik Indonesia masa jabatan 2026-2031 tersebut dapat disetujui?,” tanya Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR RI yang dijawab teriakan setuju dari seluruh anggota DPR RI yang hadir dalam sidang Paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026, di ruang Sidang Paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Resmi, Sari Yuliati Ditunjuk Jadi Wakil Ketua DPR Gantikan Adies Kadir

Daftar Nama Calon Anggota Ombudsman

  1. Hery Susanto sebagai Ketua
  2. Rahmadi Indra Tektona sebagai Wakil Ketua
  3. Abdul Ghofar sebagai Anggota,
  4. Fikri Yasin sebagai Anggota
  5. Maneger Nasution sebagai Anggota
  6. Nuzran Joher sebagai Anggota,
  7. Partono sebagai Anggota
  8. Robertus Na Endi Jaweng sebagai Anggota
  9. Syafrida Rachmawati Rasahan.

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda berharap ke depan Ombudsman diharapkan terus berperan aktif menjadi katalisator agar terjadi peningkatan kualitas tata kelola pelayanan publik inklusif bagi setiap warga negara.

Baca juga: Rapat Paripurna DPR Sahkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI Periode 2026-2031

“Penerapan prinsip keterbukaan dan kesetaraan dalam penyelenggaraan pelayanan publik penting untuk memastikan setiap warga negara mendapat kesempatan dan hak yang sama untuk dapat mengakses pelayanan publik termasuk pelayanan publik bagi kelompok rentan dan masyarakat tertinggal terdepan dan terluar (3T),” katanya.

Pihaknya juga berharap, kepengurusan Ombudsman periode 2026–2031 mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inklusif, serta berperan aktif dalam pencegahan maladministrasi, diskriminasi, kolusi, korupsi, dan nepotisme. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KB Bank Ramadan Berbagi 2026: Menguat dalam Kebersamaan, Tumbuh dengan Keberkahan

Jakarta - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan tema “Menguat dalam Kebersamaan, Tumbuh dengan Keberkahan” di Kantor Pusat KB Bank, Jakarta,… Read More

19 mins ago

Tragedi Bantargebang Terulang, Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 4 Orang

Poin Penting: Longsor gunungan sampah di Bantargebang menewaskan empat orang dan kembali menyoroti krisis pengelolaan… Read More

46 mins ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup pada Level 7.337

Poin Penting IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 pada perdagangan 9 Maret 2026.… Read More

51 mins ago

Panglima TNI Siaga 1: Pasukan dan Alutsista Disiapkan, Ada Apa?

Poin Penting: Status Siaga 1 TNI merupakan tingkat kesiapan tertinggi di militer yang menandakan pasukan,… Read More

59 mins ago

Harga Minyak Sempat Tembus USD100 per Barel, Purbaya Buka Suara soal APBN dan BBM

Poin Penting Pemerintah akan mengevaluasi pergerakan harga minyak dunia selama satu bulan sebelum menentukan kebijakan… Read More

1 hour ago

RUPST BNI Sepakat Tebar Dividen Rp13,02 Triliun atau 65 Persen dari Laba 2025

Poin Penting RUPST BNI menyetujui pembagian dividen Rp13,02 triliun dari laba bersih 2025. Nilai tersebut… Read More

2 hours ago