Wakil Ketua DPR RI Korinbang Saan Mustopa menerima laporan uji kelayakan calon anggota ORI masa jabatan 2026-2031 yang diserahkan Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Foto: DPR
Poin Penting
Jakarta – Sidang Paripurna DPR RI menyetujui hasil uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) masa jabatan 2026–2031 yang telah dilaksanakan Komisi II DPR RI.
Uji kelayakan dilakukan secara terbuka dan transparan. Dari 18 calon yang berasal dari delapan fraksi partai politik, terpilih sembilan nama.
“Apakah laporan Komisi II DPR RI terhadap hasil uji kelayakan calon anggota Ombudsman Republik Indonesia masa jabatan 2026-2031 tersebut dapat disetujui?,” tanya Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR RI yang dijawab teriakan setuju dari seluruh anggota DPR RI yang hadir dalam sidang Paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026, di ruang Sidang Paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Resmi, Sari Yuliati Ditunjuk Jadi Wakil Ketua DPR Gantikan Adies Kadir
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda berharap ke depan Ombudsman diharapkan terus berperan aktif menjadi katalisator agar terjadi peningkatan kualitas tata kelola pelayanan publik inklusif bagi setiap warga negara.
Baca juga: Rapat Paripurna DPR Sahkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI Periode 2026-2031
“Penerapan prinsip keterbukaan dan kesetaraan dalam penyelenggaraan pelayanan publik penting untuk memastikan setiap warga negara mendapat kesempatan dan hak yang sama untuk dapat mengakses pelayanan publik termasuk pelayanan publik bagi kelompok rentan dan masyarakat tertinggal terdepan dan terluar (3T),” katanya.
Pihaknya juga berharap, kepengurusan Ombudsman periode 2026–2031 mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inklusif, serta berperan aktif dalam pencegahan maladministrasi, diskriminasi, kolusi, korupsi, dan nepotisme. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More