Menjawab pernyataan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui bahwa setiap desa memang harus dibantu dalam pengelolaan dana desa agar dapat betul-betul berkontribusi pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di akar rumput.
“Saya rasa pandangan mengenai pentingnya capacity building dari pemda terutama desa memang penting. Mereka tiap tahun mendapatkan anggaran yang tidak kecil,” kata dia.
Namun, ia mengatakan pihaknya memang tidak menganggar dana untuk program bimbingan pengelolaan dana lebih besar, mengingat Kementerian Desa juga punya program pelatihan dan alokasi anggaran yang lebih besar.
“Karena ada anggaran di Kemendes tujuannya untuk capacity building dan itu jumlahnya triliun di sana. Itu untuk me-hire coach untuk membantu mereka menganggarkan juga dalam hal merekrut orang untuk bisa mendampingi,” tukas Sri Mulyani. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More