Menjawab pernyataan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui bahwa setiap desa memang harus dibantu dalam pengelolaan dana desa agar dapat betul-betul berkontribusi pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di akar rumput.
“Saya rasa pandangan mengenai pentingnya capacity building dari pemda terutama desa memang penting. Mereka tiap tahun mendapatkan anggaran yang tidak kecil,” kata dia.
Namun, ia mengatakan pihaknya memang tidak menganggar dana untuk program bimbingan pengelolaan dana lebih besar, mengingat Kementerian Desa juga punya program pelatihan dan alokasi anggaran yang lebih besar.
“Karena ada anggaran di Kemendes tujuannya untuk capacity building dan itu jumlahnya triliun di sana. Itu untuk me-hire coach untuk membantu mereka menganggarkan juga dalam hal merekrut orang untuk bisa mendampingi,” tukas Sri Mulyani. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting Amartha Prosper resmi meluncur, tawarkan imbal hasil 6,5–14 persen per tahun dengan konsep… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More