Keuangan

DPR: Pengawasan Koperasi Tetap Harus Dibawah Kemenkop Bukan OJK

Jakarta – Komisi XI DPR-RI menegaskan bahwa pengawasan untuk koperasi simpan pinjam yang berbentuk tertutup (close loop), maupun terbuka (open loop) harus tetap diawasi oleh Kementerian Koperasi melalui Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Jasa Keuangan (RUU P2SK).

Wakil Ketua Komisi XI yang juga sebagai pimpinan Rapat Panja DIM RUU P2SK, Dolfie, menjelaskan jika nantinya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diberikan mandat untuk mengawasi koperasi simpan pinjam secara open loop akan terjadi salah persepsi, karena sebelumnya OJK tidak mengikuti mana jenis koperasi simpan pinjam yang bergerak secara open loop maupun close loop.

“Persoalannya apakah OJK mampu mendeteksi jenisnya karena koperasi diatur khusus dalam UU perkoperasian. Makanya kalau alurnya kita rapikan harusnya Kemenkop yang mendelegasikan, ini lho OJK koperasi simpan pinjam yang bergerak di sektor jasa keuangan. Tinggal mekanisme penyerahan dari Kemenkop ke OJK intinya harus tertulis dan tegas dinyatakan,” ucap Dolfie di Gedung Parlemen, Jakarta, 1 Desember 2022.

Anggota Komisi XI Fraksi PDI-Perjuangan, Andreas Eddy Susetyo pun menyatakan bahwa seharusnya urusan terkait koperasi seluruhnya yang mengawasi adalah Kementerian Koperasi dan UKM. Ia juga menyebut tata kelola untuk koperasi dan perbankan sangat berbeda.

“Koperasi itu kumpulan anggota, perbankan adalah kumpulan modal, jadi ini kacau balau kalau seperti ini. Jadi ini pak koperasi adalah urusannya kementerian koperasi yang di depan, dan bahwa nantinya ada koperasi melakukan jasa layanan keuangan perbankan ya silahkan serahkan kepada OJK,” ujar Andreas.

Kemudian, Anggota Komisi XI Fraksi PKS, Ecky Awal Mucharam, juga menuturkan jati diri koperasi seharusnya tidak memasuki ranah sektor jasa keuangan. Meskipun, nantinya koperasi mendapatkan fasilitas yang sama seperti sektor jasa keuangan.

“Jadi kalau di alternative screeningnya di kementerian koperasi, maka sesungguhnya yang diserahkan kepada OJK itu jangan abu abu lagi. Jadi koperasi tetep cuma satu yaitu yang tertutup sesuai dengan jiwa koperasi sesuai undang-undang dasar,” tegas Ecky.

Lalu, Anggota Komisi XI Fraksi Demokrat, Harmusa Octaviani, menyatakan jika tujuan dari adanya penyusunan RUU P2SK untuk koperasi tersebut untuk mengembalikan roh dari koperasi itu sendiri, seharusnya sudah tidak ada lagi istilah close loop dan open loop.

“Jadi sudah tidak ada dua kata itu lagi, yang ada hanyalah koperasi dan yang koperasi melakukan simpan pinjam di luar anggota sudah otomatis dia harus keluar dari koperasi dan Kementerian Koperasi harus tegas bahwa koperasi itu harus diberi peringatan,” jelas Harmusa.

Sehingga, disimpulkan berdasarkan cara pandang beberapa anggota Komisi XI-DPR RI adalah pengawasan koperasi simpan pinjam yang berkegiatan dalam sektor jasa keuangan dilakukan oleh OJK setelah mendapatkan rekomendasi dan penetapan dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Tidak hanya itu, syarat dan ketentuan tentang koperasi yang berkegiatan dalam sektor jasa keuangan ditetapkan dengan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM, berdasarkan norma, standar prosedur, dan kriteria yang ditetapkan lebih lanjut melalui peraturan OJK. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Baca Juga : Fathan Subchi DPR: OJK Tak Akan Mampu Awasi Koperasi

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

14 mins ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

22 mins ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

45 mins ago

Purbaya Ancam Stop Anggaran Kementerian/Lembaga dan Pemda yang Lambat Belanja

Poin Penting Purbaya menilai lambatnya penyerapan anggaran K/L dan Pemda merupakan masalah klasik yang terjadi… Read More

2 hours ago

Presiden Prabowo Minta Pembangunan IKN Dipercepat

Poin Penting Presiden Prabowo menekankan percepatan pembangunan IKN, khususnya fasilitas legislatif dan yudikatif Pemerintah melakukan… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 33 Kali Lipat di 2025

Poin Penting Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat pada 2025, mencapai… Read More

3 hours ago