Moneter dan Fiskal

DPR-Pemerintah Sepakati Asumsi Makro dan Postur RAPBN 2026, Ini Rinciannya

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah menyepakati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 mencakup asumsi makro dan postur fiskal.

“Panitia kerja (panja) telah menyepakati hasil pembahasan Banggar bersama pemerintah dan Bank Indonesia dalam rangka pembahasan pembicaraan pendahuluan RAPBN dan Rancangak Kerja Pemerintah (RKP) 2026 yang akan menjadi dasar untuk menyusun Rancangan Undang-Undang APBN beserta nota keuangan,” ujar Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Banggar DPR RI dalam sidang paripurna, Kamis, 24 Juli 2025.

Pada 2026, pemerintah sepakat untuk pendapatan negara ditargetkan pada kisaran 11,7 hingga 12,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Batas atas ini mengalami perubahan dibandingkan KEM-PPKF yang sebesar 11,71 hingga 12,22 persen.

Baca juga: DPR Setujui Asumsi Dasar Makro 2026, Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,8 Persen

Lebih rinci lagi, penerimaan perpajakan disepakati pada kisaran 10,08 hingga 10,54 persen dari PDB, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 1,63 hingga 1,76 persen, dan penerimaan hibah sebesar 0,002 hingga 0,003 persen.

Selanjutnya, untuk belanja negara disepakati di kisaran 14,75 hingga 14,83 persen terhadap PDB. Batas atas ini juga mengalami peningkatan dari KEM-PPKF yang sebesar 14,19 hingga 14,75 persen.

Belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat yang disepakati sebesar 11,41 hingga 11,94 persen, serta transfer ke daerah 2,78 hingga 2,89 persen terhadap PDB.

Sementara, keseimbangan primer disepakati di kisaran 0,18 hingga 0,22 persen, defisit dan pembiayaan pada kisaran 2,48 hingga 2,53 persen terhadap PDB. 

Sedangkan untuk postur asumsi makro tahun 2026, yakni pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada di kisaran 5,2 hingga 5,8 persen, kemudian inflasi diperkirakan tetap terjaga dalam rentang 1,5-3,5 persen.

Lalu, nilai tukar rupiah diasumsikan bergerak di level Rp16.500 hingga Rp16.900 per dolar AS. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ditargetkan pada kisaran 6,6 hingga 7,2 persen, dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) diproyeksikan berada pada level USD60 hingga USd80 per barel. 

Baca juga: Banggar DPR RI Bentuk Dua Panja Bahas RUU Pertanggungjawaban APBN 2024

Di sektor energi, target lifting minyak bumi disepakati sebesar 605.000 hingga 620.000 barel per hari, berubah dari sebelumnya 600 hingga 605. Sementara lifting gas bumi dipatok pada kisaran 953.000 hingga 1.017.000 barel setara minyak per hari.

“Pemerintah akan menempuh berbagai langkah serta upaya kebijakan dan program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baik dari sisi pengeluaran maupun sisi produksi termasuk dukungan melalui program pembangunan daerah,” tutup Jazilul. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

8 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

9 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

10 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

10 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

10 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

10 hours ago