Nasional

DPR Minta Peran BUMN dalam Program 3 Juta Rumah Dioptimalkan

Poin Penting

  • DPR meminta BUMN, khususnya PT Semen Indonesia, meningkatkan kontribusi untuk menyukseskan program pemerintah membangun 3 Juta Rumah.
  • Kapasitas produksi semen baru 60%, sehingga masih ada ruang 40% yang perlu ditingkatkan agar harga bisa lebih kompetitif.
  • Permintaan proyek pemerintah dinilai mampu mendorong peningkatan kapasitas, sehingga BUMN dapat beroperasi penuh dan berkontribusi lebih besar pada pembangunan nasional.

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Hadityo Ganinduto, menegaskan pentingnya peran BUMN dalam menyukseskan program 3 Juta Rumah. Termasuk di dalamnya proyek Koperasi Merah Putih yang menargetkan pembangunan 80 ribu unit rumah melalui Kementerian Koperasi.

Politisi Dapil Jawa Tengah I ini meminta BUMN terkait, yakni PT Semen Indonesia (Persero), memberikan kontribusi lebih besar dan terarah dalam mendukung pembangunan perumahan nasional.

“Saya minta untuk berperan khusus membangun dan berkontribusi kepada program pemerintah ini,” ujarnya dikutip laman DPR, Jumat, 12 Desember 2025.

Baca juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, Dua Skema Pembiayaan Ini Jadi Andalan SMF

Ia juga menyoroti kondisi industri semen yang semakin kompetitif akibat banyaknya pemain baru di pasar. Menurutnya, BUMN di sektor semen masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan kapasitas produksinya agar lebih kompetitif.

“Kapasitas produksi baru 60 persen. Artinya masih ada 40 persen yang harus ditingkatkan. Dengan peningkatan kapasitas ini otomatis bisa menekan harga,” jelasnya.

Baca juga: JBS Perkasa dan REI Jalin Kerja Sama Dukung Program 3 Juta Rumah

Ia menambahkan bahwa kenaikan permintaan dari berbagai proyek pemerintah akan turut mendorong peningkatan produksi, sehingga harga bisa lebih kompetitif.

“Dengan banyaknya order dari pemerintah, kapasitas akan naik. Otomatis mereka bisa menekan harga dan berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan semen lainnya,” tambah Firnando.

Harapan Komisi VI untuk Kapasitas Produksi Penuh

Lebih lanjut, Komisi VI berharap BUMN dapat mencapai kapasitas produksi penuh agar kontribusi terhadap pembangunan nasional semakin kuat.

“Walaupun perusahaan ini sudah untung, kapasitasnya masih 60 persen. Harapan kami mereka bisa berkapasitas penuh dan berkontribusi membangun negara melalui program-program pemerintah,” tutupnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Scam Kian Merajalela, IASC Blokir Dana Rp436,88 M dari Kerugian Rp9,1 T

Poin Penting Kasus scam online kian meresahkan, dengan 432.637 aduan masuk ke IASC dan total… Read More

44 mins ago

IHSG Dibuka Menguat 0,39 Persen ke Level 9.045

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,39 persen ke level 9.045,91 dengan nilai transaksi Rp913,75 miliar,… Read More

2 hours ago

Meroket Lagi! Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini Jadi Segini Segramnya

Poin Penting Harga emas di Pegadaian melonjak tajam pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan emas… Read More

2 hours ago

IHSG Rawan Terkoreksi, Ini 4 Saham yang Tetap Berpotensi Kasih Cuan

Poin Penting MNC Sekuritas menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area 8.710–8.887, dengan… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp16.929 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Poin Penting Rupiah menguat tipis 0,04% dan dibuka di level Rp16.929 per dolar AS pada… Read More

3 hours ago

Investor Asing Catat Outflow Rp1,88 Triliun, Ini 5 Saham Terbanyak Diborong

Poin Penting Investor asing mencatat net sell Rp1,88 triliun pada perdagangan 21 Januari 2026, didominasi… Read More

3 hours ago