News Update

DPR Kritisi Asumsi RAPBN 2018

Jakarta–Dalam rapat paripurna yang juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto, Anggota komisi XI DPR fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun mengritisi target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang dinilainya terdapat beberapa anomali dan paradoks.

“Pemerintah ingin kelihatan kredibel makanya dilakukan koreksi atas asumsi penerimaan. Kalau saya sudah saya sampaikan bahwa ada beberapa anomali dan paradoks terhadap RAPBN ini. Karena target pertumbuhan ekonomi naik 5,1 menjadi 5,2 persen. Tapi pemerintah memotong Rp50 triliun penerimaan pajak,” ungkap Misbakhun di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2017.

Sebagaimana diketahui hingga Mei 2017, penerimaan pajak baru mencapai Rp468,1 triliun atau 31,2 persen dari target APBN 2017 sebesar Rp1.498,9 triliun. Dalam pembahasan APBN-P 2017, pemerintah memperkirakan terjadi shorfall penerimaan perpajakan sekitar Rp48 triliun. Sehingga Pemerintah memangkas turun target penerimaan pajak menjadi Rp1.451 triliun.

Selain itu, Misbakhun juga menyampaikan pendapatnya mengenai pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) yang dinilainya harus segera rampung pada Juli 2017.

“Pembahasan RAPBN ini kan harus selesai Juli ini. Tinggal waktu 17 hari dan harus sudah Paripurna. Berarti ada sekitar 13 hari pembahasan. Sementara masing-masing Kementerian/Lembaga ini kan harus dibahas di masing-masing komisi sehingga ini periode yang sibuk sekali sambil menunggu presiden membacakan nota keuangan,” tutur Misbakhun.

Tercatat pada asumsi dasar dalam RAPBN 2018 sebagai berikut:

  • Pertumbuhan ekonomi: 5,2-5,6 persen
  • Laju inflasi: 2,5-4,5 persen
  • Nilai tukar rupiah: Rp 13.300-13.500 per dolar AS
  • Tingkat bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan: 4,8-5,6 persen
  • Harga minyak mentah Indonesia: 45-55 dolar AS per barel Harga minyak bumi: 771-815 ribu barel per hari (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

3 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

3 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

3 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

3 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

7 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

10 hours ago