Dia mengungkapkan, strategi pengembangan di sistem pembayaran tersebut, salah satu dari ketiga kandidat yang nantinya terpilih sebagai Deputi Gubernur BI, harus mampu membuat biaya yang dibebankan kepada masyarakat lebih rendah, namun tetap efisien untuk lembaga penyelenggara sistem pembayaran.
“Anda harus bandingkan di Amerika Serikat, Korea Selatan bagaimana mengenai sistem pembayaran. Jangan yang dijelaskan soal moneter melulu,” tegas Mekeng kepada Dody.
Dody, yang kini menjabat sebagai Asisten Gubernur Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola BI, memaparkan lima program utama dalam bidang sistem pembayaran. Beberapa program yang paling menarik perhatian mengenai perluasan infrastruktur yang masif untuk transaksi nontunai, salah satunya peningkatan jumlah mesin Electronik Data Capture (EDC).
Kemudian mayoritas anggota Komisi XI juga meminta calon deputi Gubernur BI memastikan semua transaksi ekonomi menggunakan uang rupiah di seluruh wilayah Indonesia, kecuali untuk beberapa transaksi yang diperbolehkan menggunakan mata uang asing sesuai Undang-Undang (UU) dan ketentuan BI.
Selain Dody, Komisi XI DPR-RI juga akan menguji dua calon Deputi Gubernur BI bidang Sistem Pembayaran. Dua calon lainnya adalah Hendy Sulistiowati yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik, dan Sugeng yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Dewan Gubernur dalam pengelolaan BI Institute. (*)
(Baca juga: Ini Profil 3 Calon Deputi Gubernur BI yang Baru)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting ALVAboard dan Rekosistem bekerja sama membangun sistem pengelolaan sampah kemasan terintegrasi untuk mendukung… Read More
Poin Penting Bank BJB menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026 dengan kupon hingga 6,30% dan… Read More
Poin Penting Transaksi QRIS tumbuh 131,47% YoY per Januari 2026, didorong peningkatan pengguna dan merchant.… Read More
Poin Penting Program mudik gratis Jakarta 2026 terbuka bagi warga luar DKI, meski KTP DKI… Read More
Poin Penting Menurut Direktur Utama BRI Hery Gunardi, likuiditas dan modal kuat perbankan kuat, dengan… Read More
Poin Penting Bank Mandiri mencatat kredit tumbuh 15,62% YoY menjadi Rp1.511,4 triliun dan laba bersih… Read More